Text
PATRAWIDYA VOL 18 NO 2 AGUSTUS 2017
Patrawidya volume 18 no 2 Agustus 2017 memuat 8 artikel yang terangkum dalam rumpun kajian tentang sejarah dan budaya. Artikel pertama dari Tatik Harpawati memuat tentang fungsi ritual Ruwatan Lakon Sudhamala yang mengalami pergeseran. Artikel lainnya yaitu mengenai model wisata budaya berbasis cerita Panji yang disajikan oleh I Dewa Gde Satrya dan Agoes Tinus Lis Indrianto. Model wisata budaya berbasis cerita Panji ini merupakan bentuk perkembangan pariwisata tematik. Artikel selanjutnya memuat tentang strategi pemerintah Belanda dalam mengatasi banjir di Surabaya tahun 1906 - 1942. Artikel yang ditulis oleh Erlita Tantri ini menjelaskan bahwa penanganan persoalan terkait banjir yang terjadi di Kota Surabaya pada tahun 1906 - 1942 merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak mengingat Kota Surabaya merupakan kota dengan penduduk beragam etnis serta memiliki kegiatan ekonomi yang penting untuk kepentingan kolonial. Edisi Patrawidya kali ini juga membahas tentang penanganan bencana letusan Gunung Galunggung pada tahun 1982 hingga 1983. Melalui artikel ini, Gregorius Andika Ariwibowo menjelaskan bahwa upaya pemerintah rezim Orde Baru (dengan sistem pemerintahan terpusat) dalam penanganan bencana memberdayakan perangkat sipil dan militer dengan konsolidasi penanganan yang dilakukan secara sistematik. Pembelajaran sejarah melalui discovery learning oleh Laili Masithoh Hamdiyah, Nunuk Suryani, dan Akhmad Arif Musadad membuat kajian mengenai penggunaan model discovery learning dalam eksplorasi materi sejarah lokal tentang industri batik Kenongo di Madiun. Artikel lainnya memuat tentang kajian nilai budaya dalam Serat Wulang Pandhita Tekawardi yang disajikan oleh Titi Mumfangati. Serat tersebut berisi diulang atau ajaran yang merupakan nilai-nilai luhur hasil pemikiran nenek moyang pada masa lampau dan masih relevan kehidupan masyarakat hingga saat ini. Artikel selanjutnya tentang perdagangan orang Bugis di kawasan Teluk Tomini masa kolonial Belanda yang ditulis oleh Hasanuddin. Artikel terakhir membahas tentang pertempuran yang terjadi di Karang Kedawung tahun 1949. Artikel yang disajikan oleh Ratna Endang Widuatie memuat peristiwa gugurnya LetnanKolonel Mochamad Sroedji, komandan Brigade III/Damarwulan pada masa perang kemerdekaan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain