Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SEJARAH PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH DI ACEH
Penanda Bagikan

Text

SEJARAH PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH DI ACEH

SRI WARYANTI, SENO, INDRIANI - Nama Orang;

Muhammadiyah pada awal kehadirannya di Aceh dikenal mempunyai suatu ciri khas tersendiri yaitu dengan terlibatnya organisasi ini dalam bidang politik. Pada awal perkembangannya Muhammadiyah mendapat dukungan dari elite adat dengan terlibatnya Teuku Muhammad Hasan Glumpang Payong sebagai Konsul Muhammadiyah yang pertama dan diteruskan oleh Teuku Cut Hasan anggota keluarga uleebalang Meuraksa. Berkaitan dengan tidak semua golongan di Aceh yang menyambut baik organisasi Muhammadiyah, menyebabkan perkembangan gagasan dan organisasi ini menjadi lamban. Kelambatan organisasi ini untuk diterima disebabkan beberapa hal, diantaranya pada awal kehadirannya organisasi ini dilihat sebagai kumpulan orang-orang sekolahan dan perantau sedangkan kondisi masyarakat pedesaan waktu itu belum terpelajar. Selain itu Muhammadiyah tidak diterima karena paham yang dibawa kembali untuk memurnikan ajaran Islam dari pengaruh bid'ah dan khurafat dan kembali pada Alquran dan Hadist sebagai dasar dan tolak ukur dalam pemurnian agama Islam. Selain itu mengajak umat Islam untuk menjalankan amar makruf nahi munkar. Sehingga ada awal kehadirannya Muhammadiyah sempat mendapat julukan sebagai "kristen halus". Dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut dibandingkan dengan organisasi lain yang lebih banyak terjun dalam politik, Muhammadiyah lebih banyak bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan dan kesejahteraan sosial yang hasilnya baru dapat dinikmati dalam waktu yang cukup panjang. Dalam konteks kekinian, keberadaan Muhammadiyah semakin ditantang dalam menegakkan pemberlakuan Syariat Islam di Bumi Serambi Mekkah yang sampai detik ini belum berjalan sebagaimana mestinya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SPO - 900 (900-909) SRI S
Penerbit
Nanggroe Aceh Darussalam : BKSNT BANDA ACEH., 2005
Deskripsi Fisik
133 hlm; 14 cm x 20 cm
Bahasa
ISBN/ISSN
979-9164-59-1
Klasifikasi
SPO - 900 (900-909)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?