Text
MELAWAN ARUS MEMBACA NARASI BARU SEJARAH INDONESIA
Buku ini adalah hasil telaah empat orang scholar terdapat empat trope sejarah yang belakangan ditandingkan dengan trope baru. Penggambaran ulang melalui pemaknaan kembali yang menghasilkan trope baru muncul tidak hanya dengan menyuguhkan gambaran yang berbeda namun seringkali justru berlawanan. Keempat orang tersebut meliputi : (1) Dana Listiana menunjukkan pertandingan trope Sultan Hamid II sebagai penghianat versus pahlawan. Jika trope sebagai penghianat telah dibangun di tingkat nasional bahkan sejak rezim Soekarno, maka trope sebagai pahlawan baru di bangun di tingkat lokal. Karenanya, ia mencoba menelaah latar belakang kemunculan trope baru tersebut dalam ranah politik lokal. (2) Nugroho Bayu Wijanarko menyoroti sisi lain dari peristiwa 10 November, dan bagaimana kedua sisi tersebut, baik negatif maupun positif dapat hadir secara bersama-sama dalam memori kolektif masyarakat Indonesia, khususnya warga kota Surabaya. (3) Rechardus Deaz Prabowo mengupas nasionalisme Indonesia dalam alam pikir orang Amerika. (4) Aan Ratmanto membahas narasi Keistimewaan Yogyakarta yang terus mengikuti perkembangan zaman. Keistimewaan yang dahulu berkutat dalam ranah politik, sekarang mulai merambah dunia sosial, ekonomi, seni dan budaya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain