Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERSEBARAN ORANG BIAK DI KEPULAUAN KOMAMBA SARMI-PAPUA
Penanda Bagikan

Text

PERSEBARAN ORANG BIAK DI KEPULAUAN KOMAMBA SARMI-PAPUA

SIMON ABDI K. FRANK, JOHANES RUMERE, BINSAR LEWAKABESSY - Nama Orang;

Perpindahan penduduk atau migrasi orang Biak dari daerah asal di pulau Biak ke pulau Armo, SARMI telah dilakukan karena keinginan yang kuat untuk bepergian ke tempat lain, terdorong oleh kemampuan berlayar, mencari wilayah tempat tinggal, perjalanan perompak, perdagangan, serta menyebarkan dan mengenalkan kebudayaan baru kepada suku-suku di pesisir dan pedalaman Papua. Perjalanan dari daerah asal di Biak menggunakan perahu jenis Wairon dengan masing-masing perahu dari keret Yarangga, Rumbiak dan Wakum. Jauh sebelumnya perjalanan ke kepulauan Komamba dan terus ke timur telah dilakukan oleh Sarewo Saba dari kampung Opiaref. Perjalanan ke arah timur dan menyinggahi pulau Komamba (Liki) telah membangun hubungan yang baik dengan orang Sobey di pulau Liki, termasuk sebagai teman dagang (Manibobi). Pertautan hubungan dagang ini meluaskan kesempatan orang Biak dari dekat kampung Opiaref, yaitu dari kampung Ambroben dan Manswam untuk melakukan perjalanan serupa, termasuk juga melanjutkan ikatan dagang, kawin, dan selanjutnya tinggal dan menetap di pulau Liki dan selanjutnya pindah ke Armo. Adanya ikatan perkawinan antara kedua kelompok masyarakat yaitu orang Sobey yang tinggal di pulau Liki dengan orang Biak yang tinggal di pulau Armo telah melahirkan suatu hubungan kekerabatan yang akrab dan baik, terutama dengan klen-klen Tenontraw, Tenomuar, Ezris, Morsaw, dan Weiraw. Hubungan sosial yang telah tercipta diantara suku bangsa di wilayah Sarmi makin akrab dan saling menerima. Hubungan makin emosional ketika distrik Sarmi dimekarkan dari kabupaten induk, Jayapura menjadi kabupaten Sarmi pada tahun 2002.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Papua : BPNB JAYAPURA-PAPUA., 2015
Deskripsi Fisik
124
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-356-063-9
Klasifikasi
PPM - 304.8 (300-309)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?