Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of SEJARAH PELABUHAN SILO DI TELUK BAYUR BERAU (1912-1957)
Penanda Bagikan

Text

SEJARAH PELABUHAN SILO DI TELUK BAYUR BERAU (1912-1957)

YUSRI DARMADI - Nama Orang; JUNIAR PURBA - Nama Orang;

Pelabuhan Silo merupakan salah satu pelabuhan di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Pelabuhan ini dibuka setelah perusahaan NV SMP (Steenkolen Matchapij Parapatan) membuka usaha pertambangan batubara di wilayah Teluk Bayur. Pelabuhan ini penting karena sebagai salah satu pendukung untuk kegiatan pengiriman hasil potensi tambang batubara yang ada di sana. Sebelum adanya NV SMP, pada tahun 1875-1911 telah dibuka tambang batubara di daerah Berau dan ini sesuai dengan adanya permintaan dari asisten Residen Samarinda kepada Sultan Gunung Tabur yang meminta agar disediakan 200 ton batubara. Namun saat itu pekerjaan penggalian masih berlangsung secara mnaual, dan batubara diangkut dengan cara dipikul dengan keranjang rotan dan dijual ke kapal-kapal KPM (Koninklijke Paketvaart Maatchappij) untuk dibawa ke Surabaya. Adanya aktivitas tambang batubara dan Pelabuhan Silo ini sangat penting bagi perkembangan kota Teluk Bayur. Karena kemajuan yang pesat pada tahun 1930 Kota Teluk bayur tumbuh menjadi kota kolonial yang dilengkapi dengan sarana pendukungnya, berupa rumah pegawai, pabrik, bioskop, lapangan bola, gudang, rumah sakit, sekolah, rumah bilyard dan kereta api yang fungsinya sebagai trasnportasi darat yang mneghubungkan ke daerah tambang dan pelabuhan. Pada masa kolonial, masa Jepang hingga masa Nica, Pelabuhan Silo tetap berfungsi dan karena situasi politik dan terjadinya perubahan tatanan pemerintahan, pada tahun 1957 pelabuhan-pelabuhan yang ada di Indonesia dinasionalisasikan dan diserahkan kepada pemerintah dan menjadi aset perusahaan pemerintah daerah.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KTI - 959.8 (950 - 959) JUN S
Penerbit
Kalimantan Timur : BPNB PONTIANAK., 2015
Deskripsi Fisik
viii+ 73hlm; 15,5cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-356-078-3
Klasifikasi
KTI - 959.8 (950-959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • SEJARAH PELABUHAN SILO DI TELUK BAYUR BERAU (1912-1957)
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?