Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of AWAL KEBANGKITAN & KERUNTUHAN PELABUHAN PALLIME DI BONE
Penanda Bagikan

Text

AWAL KEBANGKITAN & KERUNTUHAN PELABUHAN PALLIME DI BONE

TAUFIK AHMAD - Nama Orang; SYAHRIR KILA - Nama Orang;

Pallime pada awalnya hanya berupa daerah tepian yang memiliki potensi pengembangan kearah pelabuhan kapal laut. Pelabuhan Pallime berada di perairan Sungai Cenrana yang berhulu di Danau Tempe dan bermuara di Teluk Bone. Oleh karena itu, sejak abad ke 16 Masehi, Sungai Cenrana telah menjadi jalur lalu lintas air yang menghubungkan antara daerah sekitar muara Teluk Bone dengan daerah sekitar Danau Tempe dan Danau Sidenreng. Jalur tradisional ini merupakan cikal bakal terbentuknya Pelabuhan Pallime sebagai pintu masuk angkut dan muat hasil bumi di daerah Bugis. Pelabuhan Pallime mengalami perkembangan pesat setelah dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda 1905. Bahkan pada perkembangannya, Pelabuhan Pallime lebih maju dibandingkan Pelabuhan Bajoe. Meningkatnya aktivitas Pelabuhan Pallime dikarenakan pemerintah Belanda membangun fasilitas pelabuhan seperti : gudang barang, pabrik penggilingan dan gedung minyak. Akibat dari pembangunan ini Pelabuhan Pallime diramaikan oleh kedatangan para pedagang dari luar dan pedagang setempat. Kemunduran Pelabuhan Pallime berawal dari pecahnya perang dunia ke dua, dimana bangsa Belanda mengalami depresi ekonomi dan perhatian pemerintah kolonial adalah eksplorasi hasil ekonomi terkhusus pada daerah Pallime untuk kepentingan perang sehingga perhatian terhadap perkembangan ekonomi berkurang. Terdapat 4 (empat) faktor mendasar yang mengakibatkan kemunduran Pelabuhan Pallime diantaranya berkembangnya transportasi darat sehingga pusat ekonomi tidak berada lagi di Pallime, Tidak kondusifnya situasi keamanan dan ketertiban sebagai akibat munculnya gerakan separatis di Sulasesi Selatan. Kemunduran Pelabuhan Pallime berdampak pula pada perubahan aktivitas masyarakat.  


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
SEK - 900 (900-909) TAU A
Penerbit
Sulawesi Selatan : PUSTAKA REFLEKSI., 2016
Deskripsi Fisik
xiv + 98hlm; 14,8cm x 21cm; ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-3570-90-7
Klasifikasi
SEK - 900 (900-909)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?