Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HIBUA LAMO DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT TOBELO DI HALMAHERA UTARA
Penanda Bagikan

Text

HIBUA LAMO DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT TOBELO DI HALMAHERA UTARA

USMAN THALIB - Nama Orang; TONTJE SOUMOKIL - Nama Orang; JHON PATTIASINA - Nama Orang; RABIYATUL UZDA - Nama Orang;

Hibua Lamo yang berarti rumah besar telah dijadikan simbol masyarakat adat di Halmahera Utara sekaligus simbol pemerintah Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Buku Hibua Lamo ini merupakan konstruksi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat yang mengidentifikasi dirinya sebagai komunitas Hiboa Lamo. Nilai-nilai dalam masyarakat Hibua Lamo itu terkristalisasi dalam suatu konsep bersama yang disebut Nanga Tau Mahirete (rumah kita bersama). Orang-orang Tobelo, Galela dan Loloda yang tersegregasi secara geografis, dan terbelenggu dalam tradisi, agama dan kepercayaan yang berbeda, dipahami dan dihayati dengan kesucian hati dan kemurnian pikiran, untuk kemudian dengan sangat cerdas (local genius) direspons dalam sebuah ungkapan filosofis "Ngone O'Ria Dodoto" yang bermakna satu ibu satu kandung. Konsekuensi logis dari falsafah Nanga Tau Mahirete dan Ngone O'Ria Dodoto" itu adalah lahirnya sebuah komunitas asli Halmahera Utara daratan maupun kepulauan dalam satu kesatuan yang teridentifikasi sebagai komunitas Hibua Lamo, untuk kemudian tersimbolisasi dalam rumah adat Hibua Lamo. Dalam konteks ini komunitas Tobelo, Galela dan Loloda mengalami proses kristalisasi dalam satu dunia sosiokultural baru yang dinamis yang landasannya sama yakni pada nilai-nilai O'dora (saling kasih), O'hayangi (saling sayang), O'Baliara (saling peduli), O'adili (perikeadilan), dan O'diai (kebenaran) dalam bingkai "Nanga Nanga Tau Mahirete dan "Ngone O'Ria Dodoto". 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KSB - 305.5 (300-309) USM H
Penerbit
Maluku : BPNB AMBON., 2012
Deskripsi Fisik
xii + 216hlm; 14,8cm x 20,8cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-1463-34-8
Klasifikasi
KSB - 305.5 (300-309)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?