Text
METODOLOGI KAJIAN TRADISI LISAN EDISI REVISI
Tradisi lisan diartikan sebagai segala wacana yang diucapkan, meliputi yang lisan dan beraksara atau dikatakan juga sebagai sistem wacana yang bukan aksara. Konsep yang dihasilkan salah satu perumusan persidangan para lokakarya tersebut diatas, tidak dimaksudkan untuk membatasi keluasan aspek yang terkandung di dalamnya. Dalam melakukan kajian mengenai tardisi lisan atau mengenai apa yang sudah didengar dan ditontonnya, seorang peneliti akan menghadapi berbagai kendala metodologis. Berbagai pertanyaan dapat diajukan, misalnya bagaimana mencerminkan kelisanan dalam aksara dan sejauh mana aksara mampu memindahkan sebuah pementasan secara lengkap dan sesuai dengan apa adanya. Apa yang dideskripsikan dan bagaimana melakukannya merupakan pertanyaan lain yang dapat dimunculkan sehubungan dengan kajian tradisi lisan. Didalam buku Metodologi Kajian Tradisi Lisan Edisi Revisi ini menampilkan XXIV Bab, diantaranya (Bab I) Sastra dalam Kata, Suara, Gerak, dan Rupa oleh Edy Sedyawati; (Bab II) Mengenai Kajian Pertunjukan oleh Sal Murgiyanto; (Bab III) Kaca Mata Hitam Pak Mahmud Wahid atau Bagaimanakah Meneliti Puitika Sebuah Sastra Lisan oleh G.L. Koster; (Bab IV) Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-bahan Tradisi Lisan oleh James Danandjaja; (Bab V) Folklor dan Pembangunan Kalimantan Tengah : Merekonstruksi Nilai Budaya Orang Dayak Ngaju dan Ot Danum Melalui Cerita Rakyat Mereka oleh James Danandjaja.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain