Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of NADITIRA WIDYA BULETIN ARKEOLOGI VOL. 10 NO. 1 
Penanda Bagikan

Text

NADITIRA WIDYA BULETIN ARKEOLOGI VOL. 10 NO. 1 

TIM PENYUSUN - Nama Orang;

Terbitan buletin ini mencoba memainkan peran pengkajian, pengembangan, dan gagasan pelestarian agar objek arkeologi dapat dimanfaatkan dalam kondisi yang mendekati ideal. Berkaitan dengan maksud pengkajian, Bambang Sugiyanto memaparkan kajiannya mengenai rock-art. Jenis gambar gua-gua di kawsan karst Sangkulirang mangkalihat berupa telapak tangan, dengan berbagai bentuk dan variasinya. Dengan maksud untuk mengetahui waktu pembuatannya, hasil kajiannya menunjukkan bahwa proses pembuatan lukisan dinding pada masa lalu dilakukan secara berurutan. Dari objek tinggalan arkeologi masa klasik, Sondang Martini Siregar memaparkan agama Hindu di Bumiayu. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa awal perkembangan agama tersebut terjadi pada abad ke-9 Masehi dan mendapat pengaruh Tantrayana. Guna membantu melengkapi data, Fadlan S. Intan menawarkan metode pencarian data arkeologi yang masih berada di dalam tanah, yaitu dengan georadar. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan, objek arkeologi juga perlu dikaji dalam hal arah pengembangannya. Berkaitan dengan itu, Marlon Ririmasse memaparkan hasil penelitian arkeologi kepulauan Tanimbar dari tahun 2011-2014 dan rancangan pengembangannya. Memperhatikan paparan diatas, terlihat bahwa objek arkeologi memiliki manfaat yang penting sehingga harus dilestarikan. Berkaitan dengan pelestarian, Wasita menyebutkan bahwa masalah pelestarian tidak jarang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan dari beberapa pihak. Perbedaan itu muncul karena perbedaan cara pandang yang didasarkan pada kepentingannya sendiri-sendiri. Dengan permasalahan yang demikian, Wasita menawarkan solusi dengan pemanfaatan berdasarkan pendekatan ekonomi dan budaya. Agar menyentuh dalam sendi-sendi kehidupan, keduanya harus menjadi media penghubung antara masyarakat dengan tinggalan arkeologi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Selatan : BALAI ARKEOLOGI KALIMANTAN SELATAN., 2016
Deskripsi Fisik
68
Bahasa
ISBN/ISSN
1410-0932
Klasifikasi
051 (050-059)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?