Text
JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL V NO 10 DESEMBER 2010
Jantra Vol V No 10 memuat delapan artikel dengan tema Kota dan Pengembangan Wilayah. Ke delapan artikel yaitu: Gemeente Pasuruan 1918-1942 yang ditulis oleh Dwi Ratna Nurhajarini menguraikan tentang permasalahan yang krusial pada waktu itu, apakah yang dilakukan pemerintah kolonial setelah Pasuruan mendapat status sebagai sebuah Gemeente. A.A. Bagus Wirawan menulis tentang Giayar Kota Budaya: Dari Kota Keraton Sampai Kota Seni, 1771-1980-an. Ia menguraikan secara historis perkembangan Gianyar sejak kemunculannya hingga saat ini sebagai pusat seniman berkarya dan menjadi sebutan kota seni. Purnawan Basundoro menulis tentang Dari Kampung Desa Ke Kampung Kota: Perubahan Ekologi Kota surabaya Dalam Perspektif Permukiman Pada Masa Kolonial, yang menguraikan tentang embrio Kota Surabaya yang ada di kawasan pedesaan agraris di tepi pantai, namun seiring dengan kedatangan orang-orang Eropa kawasan tersebut berubah menjadi kawasan kota. Batu Malang: Dari Kota Perkebunan Ke Kota Agrowisata tulisan Retna Astuti menguraikan tentang perkembangan Kota Batu yang semula merupakan kota perkebunan, dengan adanya otonomi daerah Kota Batu berkembang menjadi satu Kota Agrowisata yang cukup potensial bagi kemajuan pariwisata.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh, Kembang dan Pudarnya Pelabuhan Tuban, ditulis oleh taryati, membahas tentang pelabuhan Tuban sejak awal hingga masa kejayaannya sebagai pelabuhan dagang. Namun adanya faktor geografis maka pelabuhan Tuban dipindahkan kelain tempat sehingga pelabuhan Tuban mengalami kemunduran. Konflik Antar Komunitas Etnis dan Representasi Identitas Etnis di Sampit, Kalimantan Tengah, ditulis oleh Bambang H. Suta Purwana menguraikan tentang konflik antar komunitas etnis di Sampit, Kalimantan Tengah oleh elit masyarakat lokal dimanfaatkan sebagai wahana representasi dan sekaligus penguatan identitas etnis Dayak untuk merebut kembali martabat mereka sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi Dayak yang berdaulat di tanah leluhurnya.
Ivanovich Agusta menulis tentang Diskursus Cacah Dalam Pengelolaan Agraria Keraton Yogyakarta Abad Ke 18-19, diuraikan tentang cacah yang merupakan bagian dari rakyat yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak melalui tenaga kerja. Permukiman Kota dan Masalahnya Kasus Kota Yogyakarta, yang ditulis oleh Sukari menguraikan tentang permasalahan perkotaan yang terjadi saat ini terutama adanya konversi lahan pertanian menjadi permukiman, sehingga perkembangan KOta Yogyakarta bergerak ke daerah pinggiran.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain