Text
JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL III NO 6 DESEMBER 2008
Tulisan Darto Harnoko dan Yustina Hastrini Nurwanti, menjabarkan konsep otonomi daerah secara umum serta bagaimana implementasi dalam pemerintahan desa, yang direalisasikan dalam pilkades. Tulisan Y. Argo Twikromo mengupas hubungan elit lokal yang terjadi di NTT, khususnya di daerah Mangili. Sejarah migrasi masyarakat desa dari berbagai daerah di Bali di kupas oleh A.A. Bagus Wirawan, sebagai gambaran terbentuknya sebuah desa dengan komunitas migrasi etnik Bali di Lombok dan Sumbawa Besar. Dalam konteks otonomi daerah, juga mengandung pengertian tentang pemberdayaan masyarakat desa.
Tulisan Ernawati Purwaningsih dan Siti Munawaroh mengungkap tentang hal itu. Ivanovich Agusta menunjukkan bagaimana hubungan kebudayaan Jawa mengalami perubahan, setelah kehidupan masyarakat desa mulai meninggalkan norma-norma sosial yang berlaku. Masyarakat desa cenderung lebih individual, serta jauh dari sikap guyub, rukun dan selaras. Pemberdayaan masyarakat desa menuju suatu ikon desa tertentu dengan segala kekayaan dan kemampuan yang dimiliki, dijabarkan oleh Suwardi Endraswara. Akhirnya tulisan Taryati tentang sosok keberhasilan seorang camat dalam memajukan desanya dikupas secara lengkap.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain