Text
JANTRA JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA VOL 10 NO 2 DESEMBER 2015
Jantra Vol 10 No 2 memuat sepuluh artikel tentang sejarah dan budaya. Adapun ke sepuluh artikel yaitu : Eksistensi Tula-tula bagi Masyarakat Wakatobi : Salah satu sumber Pendidikan Karakter, tulisan Abdul Asis menguraikan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam cerita berupa kejujuran, kesabaran dan tolong menolong. Ketiga hal tersebut masih di pandang sebagai pedoman hidup oleh sebagian besar masyarakat Wakatobi dalam rangka membangun insan yang berkualitas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Cerita Rakyat sebagai Media Pendidikan Karakter : Sebuah Upaya Pembacaan Reflektif, tulisan Hezti Insriani menguraikan bahwa cerita rakyat dapat menjadi media pendidikan karakter melalui pembacaan secara reflektif atas transkripsi cerita yang ada. Cerita Rakyat Makassar sebagai Media Pembentukan Karakter, tulisan Rahmawati menguraikan tokoh dalam dua cerita rakyat Makassar ada yang berkarakter baik dan ada pula yang buruk. Fungsi Legenda Asal Mula Rumah Baluq pada Masyarakat Dayak Bidayuh di kalimantan barat, tulisan Bambang H. Suta Purwana menguraikan legenda asal mula rumah Baluq memiliki fungsi penting dalam kehidupan orang Dayak Bidayuh yakni memberikan dasar konstruksi simbol identitas dan persatuan orang Dayak Bidayuh. Dongeng dan Radio (Pendidikan Karakter dalam Dongeng Nusantara di Radio SPFM Makassar), tulisan Christiany Juditha menguraikan bahwa dari tiga dongeng Nusantara yang diteliti yaitu Mentiko Betuah (Aceh), Legenda Danau Lipan (Kalimantan Timur) dan Watuwe si Buaya Ajaib (Papua) kesemuanya mengandung unsur-unsur pendidikan karakter, antara lain kejujuran, ketangguhan, peduli, bertanggung jawab, suka menolong dan menghargai sesama.
Nilai-nilai Moral dalam Dongeng Kacamata Sang Singa (Les Lunettes du Lion) tulisan Th. Esti Wuryansari menguraikan karakter tokoh Singa menjadi cermin tentang keteladanan seorang pemimpin yang baik. Dongeng sebagai Sarana Pembangunan Karakter dalam Bermedia, tulisan Riza Adrian Soedardi menguraikan bahwa dongeng mampu menjadi alternatif pembangunan karakter bermedia. Pip Tupai, Janji Pangeran, Dodot, Waknasar dan sampala (Dongeng Pendidikan Karakter), tulisan Mudjijono menguraikan saat terjadinya dongeng sebenarnya juga merupakan suatu proses pembelajaran pada anak, antara lain pengenalan huruf, kata, kalimat, dan arti dari tiap-tiap ucapan yang diutarakan oleh sang pembawa dongeng. Nilai Moral di Balik Dongeng Pedanda Baka tulisan Sri Supriyatini menguraikan makna nilai moral yang terdapat dalam dongeng Pedanda Baka serta fungsi cerita dalam konteks masa kini.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain