Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of BATATAMBA  PENGOBATAN TRADISIONAL DI KALIMANTAN SELATAN
Penanda Bagikan

Text

BATATAMBA  PENGOBATAN TRADISIONAL DI KALIMANTAN SELATAN

SISVA MARYADI - Nama Orang;

Dalam masyarakat di Kalimantan Selatan, prosesi pengobatan secara tradisional dinamakan dengan istilah batatamba. Batatamba memiliki keunikan tersendiri dan local wisdom (local genius) yang terwariskan dari generasi ke generasi. Keunikan batatamba dalam masyarakat Banjar, karena selain menggunakan ramuan tradisional dan mantera (jampi) dari seorang pananamba (tabib), batatamba juga menggunakan benda-benda tertentu sebagai syarat pengobatan misalnya kain sasirangan yang dililitkan di kepala (laung) atau diselimutkan dibadan untuk menyembuhkan sakit kapingitan atau sakit panas. Batatamba tidak hanya berhubungan dengan sakit yang bersifat medis atau sakit psikologis, tetapi berkaitan pula dengan sakit magis yakni sakit yang disebabkan oleh adanya pengaruh dari unsur, kekuatan atau entitas gaib. Ritual batatamba dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat yang berhubungan dengan pemaknaan mereka atas alam lingkungan sekitarnya. Dalam masyarakat tabib atau pananamba merupakan tokoh penting dalam ritual pengobatan, karena kemampuannya dalam memberikan pertolongan dan pengobatan, baik penyakit yang bersifat fisik maupun mental. Beberapa gejala penyakit yang harus diobati dengan proses batatamba antara lain; badan anak yang panas terus-terusan merupakan pertanda si anak kapidaraan; jodoh terkunci sehingga lambat kawin harus dimandikan dengan air kembang tujuh rupa dan kain tiga warna dan sebagainya. Masyarakat di Kalimantan Selatan mengenal 3 proses batatamba yaitu secara agama, secara tradisional, dan perpaduan antara agamis dan tradisional. Dalam proses pengobatan secara agamis ada 2 macam perlakuan yang diberikan yaitu dengan media air dan di rajah. Pengobatan dengan media kain pamintan/sasirangan biasanya dipakai oleh keturunan bangsawan. Perpaduan antara agamis dan tradisional, dalam proses pengobatannya petatamba memakai mantera atau doa-doa yang bersumber dari agama Islam dan tata cara pelaksanaannya masih memakai tradisi Dayak.   


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KPT - 615.6 (600-619) SIS B
Penerbit
Kalimantan Barat : TOP INDONESIA., 2015
Deskripsi Fisik
32hlm; 20,4cm x 16,3cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KPT - 615.6 (600-619)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?