Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 16 NO 4
Patrawidya Vol 16 No 4 memuat tujuh artikel sejarah dan budaya. Danang Bramasti membahas tentang dampak sosial sebuah karya seni pada kaum miskin dan tertindas. Dengan menggunakan teori Dunia Seni dari Howard S. Becker diperoleh hasil bahwa situasi sosial pada 1920-an, terutama situasi pribumi dan para buruh, mempengaruhi Schmutzer bersaudara, untuk membuat rumah sakit, sekolah, panti asuhan, dan tempat peribadatan Katolik yang berbentuk candi yang kemudian dikenal dengan Candi Ganjuran. candi Ganjuran menjadi tempat peziarahan Katolik yang terkenal di Indonesia. Artikel kesejarahan ditulis oleh Dwi Ratna Nurhajarini yang mengupas tentang biografi penari gandrung yang berasal dari Desa Kemiren, Banyuwangi bernama Temu. Sosok Temu oleh masyarakat Banyuwangi dianggap identik dengan gandrung.
Pewarisan tradisi membatik di Desa Kotah, Sampang, Madura menjadi perhatian Ernawati Purwaningsih. Hasil penelitiannya menunjukkan eksistensi membatik di daerah ini dipengaruhi adanya warisan tradisi membatik dari leluhur, kualitas SDM rendah sehingga kesempatan mencari kerja rendah, dan lingkungan alam yang mempengaruhi keterbatasan kesempatan kerja. Indra Fibiona bersama dengan Siska Nur Azizah Lestari mengupas tentang rivalitas jamu Jawa dan obat tradisional Cina pada abad XIX sampai dengan awal abad XX. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa jamu Jawa kurang memiliki daya saing dalam beberapa hal jika dibandingkan dengan obat tradisional Cina.
Penelitian Mudjijono mengupas mengenai sistem pengetahuan tentang prakiran hari baik dan buruk. hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ketepatan prakiraan esoso dipengaruhi oleh efek barnum yang terdapat dalam bagan esoso Ibnu Hajar dan epa'tarala caneng. Ibnu Hajar mempunyai keahlian memperkirakan hari baik dengan pattiro (melihat), sedangkan Caneng memperkirakan hari baik dengan epa'tarala atau empat laku. Muhammad Yuanda Zara mengupas tentang kampanye kebijakan-kebijakan Inggris dalam dua surat kabar, yakni The Fighting Cock dan Evening News. Tulisan ini mencoba menganalisa bagaimana kedua surat kabar itu dikelola dan bagaimana mereka melaporkan berbagai perkembangan politik dan militer di Indonesia. Tulisan Uji Nugroho Winardi mengungkap orientasi politik dan gagasan kebangsaan yang berkembang di bali untuk menunjukan adanya partikularitas dalam merespon perkembangan nasionalisme Indonesia. Hasil penelitianya menunjukkan bahwa perkembangan nasionalisme pada paruh pertama abad ke-20 sering dianggap sebagai hasil dari komitmen bersama yang berjalan linear dengan kemunculan elit modern Indonesia.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain