Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 16 NO 3
Patrawidya Vol 16 No 3 memuat tujuh artikel yang terangkum dalam kajian tentang sejarah dan budaya. Damardjati Kun Marjanto yang mengupas tradisi sasi ikan lompa di haruku Maluku Tengah. Menurut Marjanto, tradisi sasi ikan lompa yang menjadi kegiatan masyarakat haruka memiliki kandungan aspek ekonomi dan sosial. Di samping itu sasi ikan lompa juga menunjukkan ketaatan warga terhadap aturan adat dan menjaga harmoni dengan alam. Keindahan, harmoni dengan alam dan eksotisme Karesidenan Priangan pada abad ke 19 hingga awal abad ke-20 dituliskan oleh Gregorius Andika Ariwibowo berdasarkan sumber yang didapat dari jurnal perjalanan para turis Eropa tatkala mengunjungi Priangan.
Artikel yang cukup menarik ditulis bersama tiga orang H. Purwanto, H. Hery Santosa dan Anton Haryono mengusung tentang wacana identitas nasional yang hadir melalui buku teks pelajaran sejarah yang ada Indonesia dan Inggris. dalam buku teks pelajaran sejarah di Indonesia justru mewacankan masyarakat Indonesia sebagai objek kekuatan asing khususnya bangsa Belanda. Isni Herawati hadir melalui sumbangan artikel yang mengupas tentang potret usaha kerajinan yang dilakukan oleh para pengusaha kuningan di daerahBejijong, Mojokerto. Pengusaha di Bejijong dalam mempertahankan jaringan pasar yang telah terbentuk melakukan berbagai terobosan antara lain perbaikan kualitas, menjaga ketepatan waktu pembuatan dan pengiriman serta menjaga kepercayaan.
Menurut Moordiati nama menjadi sebuah fenomena yang unik di dalam masyarakat Jawa khususnya di wilayah Jombang. Menurut Mordiati ada perubahan menarik yang terjadi di Jombang terkait dengan pemberian nama pada anak-anak yang lahir antara tahun 1950-2000, makna dan harapan tidak lagi mendominasi nama-nama anak karena ada masuk juga trend nama-nama yang populer pada masa itu. Su Ritohardoyo hadir dalam artikel yang menarik tentang pembangunan rumah susun sebagi salah satu mode; strategi pembangunan perumahan berkelanjutan. Menurut Su Ritohardoyo pembangunan rumah susun merupakan solusi penyediaan perumahan rakyat yang tepat dan rasional bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Suwarno membahas tentang relasi antara Muhammmadiyah dengan Masyumi di Yogyakarta dari tahun 1945-1960. Suwarno menunjukkan bahwa antara tahun 1945-1960 banyak anggota Masyumi yang berasal dari Muhammadiyah. keterlibatan Muhammadiyah baik secara organisasi maupun secara perorangan ke dalam Masyumi menjadi salah satu kekuatan utama bagi Masyumi sehingga menjadi partai yang cukup diperhitungkan di dalam arena politik di Yogyakarta.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain