Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 16 NO 2
Patrawidya Vol 16 No 2 hadir dengan tujuh artikel yang terangkum dalam kajian tentang sejarah dan budaya. Abdul Wahid menulis tentang The Bloody Sunday of Batavia : Re-examining The Chinese Massacre of 1740. Pembantaian orang-orang Cina di Batavia tahun 1740 merupakan salah satu peristiwa kekerasan terburuk dalam sejarah modern awal Indonesia. Identitas kolektif komunitas orang Sawang di Pulau Belitung dilihat dari ritual Muang Jong menjadi perhatian Bambang H. Suta Purwana yang dituliskan dalam artikel ini. Bagi orang sawang ritual Muang Jong menjadi penanda identitas kolektif yang menunjukkan bahwa mereka keturunan para pelaut tangguh dan penjajah samudra. Ritual tersebut juga menjadi simbol solidaritas yang mempersatukan orang-orang Sawang dari berbagai daerah di Propinsi bangka Belitung.
Indra Fibiona mengupas tentang sejarah "lotere legal" sumbangan berhadiah di DIY tahun 1970-an hingga 1993. Hasil penelitianya menunjukkan bahwa dana dari daerah banyak tersedot ke Jakarta untuk pengundian lotere. Permasalahan perdagangan lintas batas di perbatasan Indonesia-Filipina menjadi kajian Pristiwanto. Hasil temuan dalam penelitiannya bahwa ada pungutan liar atas barang bawaan para pelintas batas. Di sisi lain aktivitas perdagangan lintas batas berorientasi untuk memasok barang-barang perdagangan ke pusat kecamatan atau kabupaten bukan ke pulau-pulau kecil di sekitar garis perbatasan.
Rois Leonard Arios mengangkat permasalahan konflik vertikal yang terjadi antara masyarakat Desa Ketenong II dengan pemerintah terkait pemanfaatan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Konflik disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dari pemerintah, serta klaim masyarakat terhadap lahan pertanian yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat berdasarkan hukum adat Rejang.
Interpretasi mengenai wong pinter menurut masyarakat Temanggung diangkat Sartini. Wong pinter memiliki perbedaan dengan kyai dan dukun. Sudrajat mengkaji perilaku sosial budaya terkait peningkatan kesejahteraan rumah tangga tani lahan kering di Desa BedoyoPonjong. Keragaman perilaku sosial-budaya rumahtangga tani dalam strategi peningkatan kesejahteraan maupun dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tampak seperti pada strategi peningkatan pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan rumahtangga ditemukan sembilan jenis perilaku sosial-budaya yang diprakteikan rumahtangga tani.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain