Text
TRANSLITERASI, TERJEMAHAN DAN KAJIAN BUDAYA NASKAH HIKAYAT LIMA TUMENGGUNG
Naskah Hikayat Lima Tumenggung merupakan satu di antara naskah yang berbentuk prosa yang terdiri dari lima buah cerita. Dari kelima cerita tersebut, tidak terdapat hubungan antara satu cerita dengan cerita lainnya. sehingga naskah ini dikategorikan sebagai naskah yang berbentuk cerita berbingkai. Adapun judul kelima cerita tersebut yaitu : Hikayat Tumenggung Jaya Raja, Hikayat Tumenggung Jaksa, Hikayat Tumenggung Badunda, Hikayat Tumenggung Shyang Yudha, Hikayat Tumenggung Al Wasir. Cerita-cerita di dalam naskah ini berkisar tentang kehidupan manusia yang pada awalnya mengalami kesusahan atau kepahitan hidup, namun berkat usaha dan perjuangan yang gigih sehingga pada akhirnya para tokoh tersebut mendapat kedudukan yang tinggi di dalam masyarakat, yaitu menjadi seorang tumenggung. Nilai-nilai yang dapat dipetik dari naskah ini antara lain berupa : Nilai Keagamaan, Nilai Perjuangan, Nilai Kesetiakawanan Sosial, Nilai Ketaatan Kepada Orang Tua, Nilai Disiplin dan Tanggung Jawab, Nilai Etika Kejujuran, Nilai Kepahlawanan. Nilai-nilai budaya dalam naskah Hikayat Lima Tumenggung menunjukkan suatu pattern for behavior khususnya unsur-unsur bermotif yang mengangkat unsur penilaian (evaluation elements) dan yang berhubungan dengan yang seharusnya (prescriptive elements). Nilai budaya yang terdapat dalam Hikayat Lima Tumenggung berfungsi sebagai pedoman orientasi bagi segala tindakan manusia dalam hidupnya seperti makna hidup manusia, makna hubungan manusia dengan alam sekitarnya, persepsi manusia mengenai waktu, makna pekerjaan, karya, amal perbuatan manusia, dan hubungan manusia dengan sesamanya dan tentu saja kandungan nilai yang terdapat di dalamnya tetap relevan dengan perkembangan peradaban sampai saat ini.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain