Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 14 NO 2
Patrawidya Vol 14 No 2 memuat delapan artikel tentang sejarah dan budaya. pada edisi ini diisi oleh penulis undangan Harto Juwono yang membahas tentang pengambilalihan hak atas hutan di Vorstenlanden oleh pemerintah Inggris tahun 1812. Dalam bahasannya Harto Juwono menyampaikan implikasi dari kontrak politik yang dibuat Thomas St. Raggles dan Sultan Hamengku Buwono II, serta azas legalitas pengambilalihan hak pengelolaan hutan oleh Inggris tersebut. Menurut Harto Juwono kebijakan tersebut sangat memperlemah kepemilikan hak atas hutan bagi raja-raja Jawa, serta menjadi sumber persoalan dalam hak penguasaan hutan di waktu kemudian.
Sri Rum Giyarsih, dkk mengungkap tentang pedagang angkringan di Kota Yogyakarta. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa usaha angkringan adalah sebuah profesi yang cukup mapan. Penelitian Robby Hidajat membahas tentang transformasi makna simbolis karakter tokoh lakon Panji pada wayang topeng Malang. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa dalam penyajian dramatari wayang topeng melibatkan aspek keyakinan masyarakat tentang roh nenek moyang, adanya simbol karakter tokoh alus dan kasar, simbol moralitas baik dan buruk, simbol matahari dan bulan yang dipersonofikasikan tokoh Panji dan Dewi Sekartaji.
Isni Herawati menyampaikan hasil penelitiannya tentang sistem pengetahuan petani Desa Tejosasri dalam mengolah lahan dan pemanfaatan lahan kering, bahwa sebagian besar masih menggunakan pola tanam secara tradisional baik dalam penyiapan lahan, pembibitan dan penanaman, perawatan dan pemeliharaan tanaman, serta panen dan pemasaran. Penelitian tentang peranan istri dalam rumah tangga nelayan Branta Pesisir madura diungkap oleh Sukari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri di samping membantu ekonomi keluarga, juga menyelesaikan pekerjaan rumah tangga seperti mengasuh anak, memasak, mencuci dan mengambil keputusan ketika suami pergi melaut.
kajian Serat Wadu Aji oleh Sumarno memuat tentang sebutan gelar dan tugas seorang abdi di kerajaan Surakarta pada zamannya. dalam kajiannya Sumarno menjelaskan bahwa ada 66 jabatan yang terdiri dari 5 bidang yaitu pemerintahan, keamanan, perekonomian, dan perdagangan. Theresiana Ani Larasati, menyampaikan hasil penelitiannya tentang pola pengasuhan anak di komunitas Sedulur Sikep bahwa praktik pendidikan yang diterapkan melalui sekolah bapa-biyung yang materinya meliputi lima prinsip dasar : aja tumindak drengki, srei, panasten, dahpen, kemeren (jangan berbuat dengki, irihati, panas hati, ingin milik orang lain). Sebagai penutup hasil penelitian Yustina Hastrini, tentang percampuran antara ajaran Kristen dengan ritual jawa yang terefleksi dalam peribadatan komunitas Kristen Mojowarno yang disebut Riyaya Undhuh-Undhuh. Dalam proses inkulturasi tersebut tradisi munggah lumbung yang sifatnya perseorangan dijadikan Riyaya Undduh-Undhuh yang sifatnya kolektif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain