Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 12 NO 1
Patrawidya Vol 12 No 1 memuat beberapa artikel tentang sejarah dan budaya. Su Ritohardoyo mengawali edisi kali ini dengan artikel yang sangat menarik, yaitu strategi yang dilakukan masyarakat sekitar hutan mangrove dalam peningkatan kesejahteraan. Jumlah ragam strategi rumah tangga berkaitan dengan kondisi biofisik daerah. Semakin rendah status sosial ekonomi rumah tangga pedesaan sekitar hutan mangrove, maka semakin besar jumlah dan ragam strategi yang diterapkan untuk peningkatan pendapatan. Penelitian dengan tema yang mirip dilakukan oleh Emiliana Sadilah dengan mengambil sampel pada masyarakat sekitar objek wisata Candi Borobudur. Untuk mengatasi permasalahan ketersediaan lahan pertanian yang sempit masyarakat memanfaatkan peluang kesempatan kerja yang terbuka dengan adanya kunjungan ke objek wisata Borobudur. Strategi adaptasi tentang pemenuhan kebutuhan air bersih untuk keperluan rumah tangga dilakukan oleh Sukari. Masyarakat memanfaattiga sumber air yakni air bersih dari PAM, air sumur dan juga air sungai untuk memenuhi kebutuhan air. Artikel yang tidak kalah menarik ditulis oleh Sindu Galba tentang sistem pengetahuan tradisional masyarakat nelayan di Desa Asemdoyong. Pengetahuan tradisional tersebut diwarisi secara turun temurun terkait dengan gejala alam seperti angin, musim, gelombang, perbintangan. Sistem pengetahuan itu sangat berperan dalam aktivitas penangkapan ikan di laut. Kearifan petani kawasan hutan dalam pemanfaatan lahan ditulis oleh Taryati. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa berusaha meningkatkan produksi dan efisiensi dalam memanfaatkan lahan kawasan hutan dan menjaga hutan agar tetap lestari. Artikel lain ditulis oleh Th. Ani Larasati tentang peran ganda perempuan Jawa dengan mengambil kasus pada ibu-karir di Kota Semarang. Menurutnya perempuan yang menjalani peran ganda tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, melainkan sebagai sarana mengaplikasikan ilmu dan eksistensi diri. Artikel dari Tugas Wahyono tentang Pasukan Gerilya Desa (pager Desa) pada masa revolusi. Pager Desa pada prinsipnya merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam bela negara. Masa revolusi juga menjadi perhatian Hisbaron Muryantoro yang mengupas tentang kondisi Kediri pada revolusi. Di samping kekuatan bersenjata yang dibentuk pemerintah ternyata masyarakat sipil di Kediri juga ambil bagian dalam revolusi. Sebuah artikel tentang pendidikan itu adalah Sekolah Luar Biasa Don Bosco di Wonosobo yang merupakan lembaga pendidikan untuk anak tunga rungu berbasis komunikasi lisan bukan bahasa isyarat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain