Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 12 NO 2
Patrawidya Vol 12 No 2 memuat beberapa artikel tentang sejarah dan budaya. Budaya Pendhalungan dalam masyarakat multikultural ditulis oleh Mikka Wildha N. Penelitiannya menunjukkan bahwa interaksi antara budaya Jawa dan Madura di daerah tapal kuda Jawa Timur memunculkan integrasi sosial, membentuk budaya baru namun juga menimbulkan peminggiran budaya yang telah ada. Artikel lain yang juga menarik adalah tentang tradisi kungkum dalam falsafah hidup orang Jawa yang ditulis oleh Christriyati Ariani. Hasil penelitiannya menunjukkan kungkum dianggap sebagai media untuk mencari petunjuk dalam menghadapi persoalan hidup; mendapatkan kekuatan dan untuk pendalaman batin. Masyarakat Using Kemiren di banyuwangi menjadi perhatian tiga penulis, Isni Herawati menyoroti sistem perkawinan yang unik yakni angkat-angkatan (atas dasar persetujuan orang tua); melayokake dan ngleboni. Perkawinan paling ideal menurut masyarakat adalah angkat-angkatan. Tradisi lain dari komunitas Using di Desa Kemiren adalah tradisi Panjer Kiling yang ditulis Ernawati Purwaningsih. Panjer Killing yang semula berfungsi untuk mengusir burung pemakan padi dalam perkembangannya menjadi hiburan dan media sosialisasi antarwarga. Tulisan lain yang terkait dengan komunitas Using Kemiren adalah tentang konsep tata ruang rumah tinggal yang ditulis oleh Siti Munawaroh. Tata ruang rumah tinggal mengacu pada konsep budaya yang diacu oleh masyarakat, yakni ruang bale, jrumah dan pawon yang tersusun berurutan dari depan ke belakang, dengan konsep dualitas dan sentralitas. Kajian naskah kuna Serat Babad Wanagiri, ditulis dengan cukup menarik oleh Titi Mumfangati. Serat tersebut memuat tentang lokasi, bentuk bangunan dan fungsi pesanggrahan Wanagiri semasa pemerintahan Mangkunegara III. Namun sayang lokasi dan bangunan pesanggrahan itu jejaknya secara fisik belum bisa diketahui secara pasti. Lucia Yuningsih hadir dengan artikel yang menarik tentang perubahan dalam kehidupan ekonomi dan sosial kaum perempuan Jawa yang menjadi buruh di Semenanjung Malaya. Dengan menjadi menyadap karet yang mahir, membangun etos kerja yang tinggi, para buruh perempuan itu dapat mengambil peluang ekonomi sehingga kehidupan sosial ekonominya menjadi semakin baik. Dunia kewirausahaan kuliner dilihat dari perspektif historis ditulis dengan menarik oleh Yustina Hastrini Nurwanti degan mengambil fokus perusahaan lunpia Semarang. Interaksi budaya Tionghoa dan Jawa melahirkan makanan khas lunpia Semarang. Berawal dari usaha rumahan dari keluarga Tionghoa-Jawa, makanan tersebut sekarang menjadi ikon Semarang. Artikel tentang Tokubetsu Keisatsutai ke Polisi Istimewa di Surabaya tampil dengan menarik melalui tulisan Dwi Ratna Nurhajarini. Polisi Istimewa Surabaya yang merupakan mantan korps Tokubetsu Keisatsutai bentukan Jepang menyatakan diri sebagai kepolisian Indonesia pada tanggal 21 Agustus 1945. Dengan proklamasi polisi tersebut maka keberadaan polisi Surabaya lahir mendahului keberadaan polisi di Indonesia yang secara resmi ditetapkan tanggal 1 Juli 1946.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain