Text
PATRAWIDYA SERI PENERBITAN PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA VOL 11 NO 1 MARET 2010
Patrawidya Vol 11 No 1 memuat delapan artikel. damardjati Kun Marjanto mengawali edisi ini hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa industri budaya kerajinan batu alam di Kabupaten Gunung Kidul memberi kontribusi yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik bagi para perajin maupun pengusaha. Pengusaha kerajinan batu alam menjadi sentral dari perputaran roda industri dan memiliki keterkaitan dengan para perajin, pemasok bahan baku serta konsumen. Topik tentang kearifan budaya lokal, menjadi perhatian empat peneliti, Th. Ani Larasati melalui penelitiannya menunjukkan bahwa penerapan kearifan budaya dan lingkungan lokal pada pendidikan anak usia dini mampu memfasilitasi tumbuhnya rasa percaya diri, kebanggan, kreativitas, problem solving, dan tatakrama pada anak. Sistem pengetahuan tradisional petani di Pemalang menjadi fokus dari tulisan Sindu Galba. Menurut Sindu Galba, petani di Pemalang masih menerapkan pengetahuan lokal mereka dalam hal mengolah tanah, merawat tanaman, hewan dan tumbuhan pengganggu tanaman, pranata mangsa, dan upacara tradisi yang berkaitan dengan pertanian. Dalam hal benih dan obat-obatan mereka memakai jasa KUD atau membeli di kios-kios. Masih dalam hal kearifan lokal, penelitian Taryati menunjukkan bahwa petani tanaman hias di Kota Batu masih menerapkan pengetahuan lokal yang diwarisi secara turun temurun. Pengetahuan lokal tersebut meliputi karakter tanaman, cara pembudidayaan, maupun perkembangbiakan tanaman hias. dari warisan tradisi nilai-nilai tentang kebebasan, tanggungjawab, solidaritas, ketaatan, edikasi, demokrasi, sportivitas, dan nilai hiburan, menurut Sujarno, semua itu terkandung dalam permainan tradisional yang dapat ditemukan Cilacap. Noor Sulistyo Budi juga membahas tentang upacara saparan sebaran apem kukus keong emas di Boyolali, yang ternyata berfungsi untuk sarana pengendalian sosial, penguat interaksi masyarakat, solidaritas sosial juga sebagai sarana pariwisata. Nilai-nilai keteladanan, kejuangan, kepahlawanan, kepemimpinan, dikupas oleh Suhartinah Sudijono, melalui penelitiannya tentang sosok Raden Mas Said. Peran institusi pendidikan yang banyak memberi kontribusi dalam memajukan anak bangsa ditulis oleh Y.H. Nurwanti dengan mengambil foks pada perjalanan sejarah yang telah ditempuh oleh sekolah menengah atas pangudi Luhur Van Lith.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain