Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of EMALI TRADISI BERBURU KEPALA DI NIAS SELATAN
Penanda Bagikan

Text

EMALI TRADISI BERBURU KEPALA DI NIAS SELATAN

DHARMA KELANA PUTRA - Nama Orang;

Di Pulau Nias khususnya Nias bagian selatan, tradisi berburu kepala disebut dengan istilah mangai hogo atau Moi ba dano. Berburu kepala dilakukan oleh kaum laki-laki yang bisanya merupakan prajurit pilihan dan dianggap telah memenuhi standar kelayakan. Para pemburu kepala manusia ini kemudian populer sebagai emali. Kepala manusia diburu untuk dijadikan sebagai binu, yakni tumbal atau korban. Sama halnya dengan kelompok etnik lain yang mempraktekkan perburuan kepala, binu di Nias dimanfaatkan untuk keperluan ritual tertentu. Binu yang baik adalah bagian tubuh manusia yang dipenggal secara diagonal, dari pangkal leher bagian kiri menuju ke arah ketiak kanan. Tujuannya agar kepala yang sudah diperoleh mudah untuk dibawa, khususnya ketika seorang emali lari dari kejaran penduduk desa yang warganya menjadi korban. Perburuan binu ada bermacam ragam, dua diantaranya dengan cara sembunyi-sembunyi dan dengan mengumumkan perang terlebih dahulu. Mengacu pada tradisi lisan yang masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Nias di bagian selatan, binu yang telah diperoleh biasanya digunakan sebagai tumbal atau pengorbanan manusia untuk ritual tertentu, seperti membangun batu hombo, meningkatkan status sosial (owasa), meningkatkan kekuatan spiritual, ritual membangun rumah, menjadi budak bagi si'ulu yang telah wafat. Berburu kepala untuk dijadikan tumbal atau binu di Nias dilakukan pada musim tertentu, yakni antara bulan Maret sampai April. BAgian tubuh ini diambil dari musuh yang sudah mati ataupun yang masih hidup.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
TDK - 394.7 (390-399) DHA E
Penerbit
Sumatera Utara : BPNB BANDA ACEH., 2015
Deskripsi Fisik
viii + 31hlm ; 14,8cm x 21,4cm, ILUS.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9457-50-6
Klasifikasi
TDK - 394.7 (390-399)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?