Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of UNSUR-UNSUR KARAKTER BANGSA DALAM TRADISI-LISAN GORONTALO TAHULI DAN TAHUDA
Penanda Bagikan

Text

UNSUR-UNSUR KARAKTER BANGSA DALAM TRADISI-LISAN GORONTALO TAHULI DAN TAHUDA

SALMIN DJAKARIA - Nama Orang;

Sastra lisan tahuli dan tahuda merupakan dua ragam tradisi lisan yang didukung oleh komunitas adat Gorontalo yang telah tumbuh dan berkembang dari satuan-satuan komunitas yang disebut linula. Sastra lisan ragam formal-ritual, tahuli dan tahuda atau adalah dua ragam yang khusus dituturkan pada upacara penganugerahan gelar adat atau pulanga. Penganugerahan gelar adat ini bukanlah sebuah hadiah semata, melainkan pemberian hak serta kewajiban bagi putra daerah Gorontalo baik yang berkarir didaerah maupun di luar daerah yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan atau tepatnya sesuai kriteria yang diwarisi dari leluhur kemudian ditetapkan melalui kesepakatan para peserta seminar adat. Penutur tahuli dan tahuda tidaklah sembarang “orang tua” anggota pemangku adat, melainkan dilihat hubungannya dalam konteks limo lo pohala’a serta posisi si penerima anugerah adat tersebut. Siapa yang berhak memberi pesan atau tahuli dan isinya tentang apa, dan siapa pula yang berhak menyampaikan fatwa atau sabda para leluhur yang disebut tahuda. Jika dalam satu upacara penganugerahan gelar adat dapat didengar lima hingga tujuh tokoh adat yang menuturkan tahuli, maka dalam upacara yang sama hanya seorang yang dianggap tertua tidak dalam arti usia melainkan status dalam jabatan pemangku adat dan persekutuan limo lo pohalaa yang menuturkan tahuda “sabda para leluhur” yang diingat-ingatkan karena didalamnya juga dinyatakan “sumpah” yang menjadi sanksi bila ada yang dilanggar atau tidak dipatuhi.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ASO- 26.01- 127
Penerbit
Gorontalo : KEPEL PRESS., 2014
Deskripsi Fisik
99
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-1228-59-3
Klasifikasi
ASO- 26.01- 127
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?