Text
TUAK DAN KOMUNITAS REMAJA TITI PANJANG
Tuak disamping memiliki dampak positif, ternyata juga memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi secara berlebihan. Di Tanjungbalai, tuak menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari komunitas remaja Titi Panjang. Pola konsumsi tuak pada komunitas remaja di Titi Panjang tidak teratur tanpa ada kesadaran akan batas aman konsumsi yang berakibat perilaku negatif. Berbeda dengan peminum tuak yang sudah dewasa, makna tuak pada komunitas ini hanyalah sebatas minuman pergaulan, penghilang stres, penghilang rasa takut dan gagah-gagahan. Pemerintah Kota Tanjungbalai sebaiknya memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan minuman keras di masyarakat, khususnya kalangan remaja. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan penggunaan minuman keras yang berdampak terhadap perkembangan penyakit masyarakat. Alternatif yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penggunaan minuman keras yang tidak terkendali dapat dilakukan dengan membuat peraturan daerah tentang penggunaan dan pengawasan minuman keras tradisional; koordinasi yang baik diantara satuan kerja perangkat daerah terkait dengan kepolisian dan militer untuk mengawasi, menindak, dan menertibkan distribusi tuak; ketegasan dan konsistensi pemerintah dalam memperhatikan peredaran, penggunaan, dan penertiban minuman keras baik modern maupun tradisional. Diharapkan pemerintah juga harus fokus terhadap pemanfaatan ruang publik oleh masyarakat. Jangan sampai ruang publik yang tidak memiliki penerangan memadai disalahgunakan untuk melakukan perbuatan yang dilarang secara hukum dan agama, seperti hubungan seksual pranikah, pesta minuman keras, transaksi narkoba, atau transaksi seksual di bawah umur (prostitusi). Dan juga dibutuhkan partisipasi dari masyarakat dalam hal kontrol sosial untuk mengawasi, menegur, dan mengarahkan para remaja untuk kedepannya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain