Text
TRADISI SUNAT RASUL PADA MASYARAKAT SUKU SINGKIL
Sunat Rasul yang sampai saat ini terus dilaksanakan secara turun-temurun pada masyarakat Suku Singkil, utamanya mereka yang memiliki anak lelaki yang akan menyongsong masa akhil balighnya merupakan sebuah tradisi yang dianggap sebagai sebuah kewajiban. Kewajiban ini bertolak dari dua sisi; kewajiban meng-khitan seorang anak laki-laki sebelum akhil baligh dalam hukum dan ajaran Islam, juga kewajiban untuk membagi kebahagiaan tersebut kepada masyarakat di lingkungan sekitar. Layaknya kenduri keagamaan lainnya, masyarakat Suku Singkil yang seluruhnya beragama Islam, menyakini bahwa hari besar keagamaan bagi seluruh umat dan hari besar bagi seorang laki-laki menjelang kedewasaannya patut untuk dirayakan dengan rasa syukur kepada Allah SWT dengan kerendahan hati. Bagi masyarakat Suku Singkil sendiri, tradisi ini patut dipertahankan dengan harapan agar setiap generasi mereka merupakan hamba Allah SWT yang beriman sekaligus individu yang mampu berbagi terhadap sesama diatas rasa syukurnya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain