Text
TRUMON SEBAGAI KERAJAAN BERDAULAT DAN PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL BELANDA DI BARAT-SELATAN ACEH
Para pemimpin perjuangan di sepanjang Selatan Aceh memiliki strategi perjuangan yang lebih dengan bentuk gerilya. Mereka yang terdiri dari keturunan raja (Ulee Balang) dan ulama tersebut menggerakkan rakyatnya untuk berperang dengan prinsip-prinsip perjuangan dalam Islam, yaitu prinsip jihad. Untuk keperluan itu, mereka membaca Hikayat Perang Sabil, kitab yang dikarang oleh Teungku Chik Pantee Kulu, menjadi sarana paling ampuh untuk membangkitkan spirit perang di Aceh. Diantara pemimpin perjuangan yang keturunan raja atau Ulee Balang adalah Teuku Cut Ali dan Teuku Raja Angkasah. Keduanya berasal dan bergerak dari Trumon, satu kerajaan di Aceh yang muncul pada abad XVIII-XIX. Kerajaan Trumon dalam hal melahirkan para pahlawan dari keturunan raja atau ulee balang di sepanjang selatan Aceh, telah begitu berjasa. Adapun para pemimpin perjuangan yang berasal dari ulama diantaranya dikenal dengan Teungku Pekan, Teungku Ben Mahmud dan Teungku Tapa. Semua mereka terinspirasi dan tersemangati denagn apayang terjadi di Trumon, yang dari waktu ke waktu upaya percobaan Belanda untuk menjajahnya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain