Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT DAYAK HALONG DI KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN
Penanda Bagikan

Text

PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT DAYAK HALONG DI KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN

SISVA MARYADI - Nama Orang; MARTINA - Nama Orang; NURMAULIDIANI AWALIYAH - Nama Orang;

Agama Budha menjadi pilihan bagi masyarakat Halong karena ajarannya sangat dekat dengan budaya dan tradisi mereka. Ritual adat masih berjalan dengan sangat baik dan dapat sejalan dengan ajaran agama Budha. Sakit bagi masyarakat Banjar adalah adanya semacam gangguan terhadap pikiran dan fisik manusia, sehingga mengakibatkan tidak dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Berkaitan dengan sakit dan sehat tersebut, masyarakat Halong meracik tumbuhan yang dapat dijadikan obat tradisional berkhasiat menyembuhkan penyakit. Tumbuhan tersebut berasal dari alam, baik pekarangan maupun yang diambil dari hutan belantara yang dimanfaatkan untuk obat tradisional meliputi akar, batang, kulit dan daun. Pengolahan yang paling lazim dilakukan dengan cara direbus, diremas, ditumbuk, disedu, direndam, dikunyah, dihaluskan, menambahkan air dan dipanaskan atau dihangatkan dengan menggoreng. Penggunaannya secara umum dengan diminum, dimakan, dioles, dibalur, diusap, dicelup, diuap, ditampal dan diseduh. Pemanfaatan tanaman yang dijadikan obat oleh masyarakat Halong ini tidak mengenal takaran atau dosis yang pasti serta aturan penggunaan ramuan obat yang dirujuk. Sehingga dosis atau takaran pemakaian obat yang dirujuk tidak terukur dengan baik. Secara umum sarana pemakaian ukuran tidak rinci atau perkiraan saja dengan melihat pada kondisi orang yang sakit. Ramuan tumbuhan yang dijadikan obat sebagai daftar inventarisasi yang belum diuji secara kemujarabannya atau kemanjurannya. Ramuan ini merupakan khasanah pengobatan yang digunakan oleh penyembuh untuk orang-orang yang sakit berdasarkan pengalaman turun-temurun.
Translate
Buddhism is the choice of the Halong community because its teachings were very close to their culture and traditions. Customary rituals were still going very well and could be in line with the teachings of Buddhism. Pain for the Banjar community was a kind of disturbance to the human mind and physicality, so that it resulted in not being able to concentrate fully in carrying out work. In connection with this illness and health, the Halong community concocted plants that could be used as traditional medicines to cure diseases. These plants came from nature, both in the yard and taken from the wilderness which was used for traditional medicine including roots, stems, bark and leaves. The most common processing is done by boiling, kneading, pounding, brewing, soaking, chewing, mashing, adding water and heating or heating by frying. Its use was generally drunk, eaten, smeared, rubbed, rubbed, dyed, steamed, patched and brewed. The use of plants used as medicines by the Halong community did not recognize the exact dose or dosage as well as the rules for using the referred medicinal herbs. So that the dose or dose of drug use referred was not measured properly. In general, the means of using measurements were not detailed or just estimating by looking at the condition of the sick person. Herbs used as medicine as an inventory list that had not been tested for efficacy or efficacy. This herb was a remedial medicine used by healers for people who were sick based on hereditary experience.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KPT - 615.8 (610-619) SIS P
Penerbit
D.I YOGYAKARTA : KEPEL PRESS., 2014
Deskripsi Fisik
viii + 89hlm; 15,5cm x 23cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-1228-96-8
Klasifikasi
KPT - 615.8 (610-619)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT DAYAK HALONG DI KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?