Text
SEUDATI DI ACEH
Para pemimpin Seudati sepakat bahwa pada awalnya Seudati muncul di Kab. Pidie pada masa sebelum masuknya ISlam ke Aceh, kemudian melalui pertunjukan yang berpindah Seudati kemudian mulai dikenal luas. Selain itu, berpindahnya syeh karena tuntutan mata pencaharian lainnya seperti berdagang, hubungan perkawinan, dll para syeh membawa dan menularkan kepada masyarakat lain di tempat barunya. Itulah sebabnya Seudati kemudian dikenal di sepanjang pesisir timur Aceh dan mencapai masa keemasannya. Karena semakin populer, akhirnya para syeh terbaik diundang untuk mengajarkan Seudati di berbagai wilayah di semenanjung Aceh. Di Aceh, Seudati merupakan tari yang terinspirasi dari gerakan latihan perang. Sebelum masuknya Islam di Aceh, Seudati pernah menjadi hiburan dalam kegiatan sabung ayam. Namun setelah masuknya Islam, peran dan fungsi Seudati dijadikan sebagai media dakwah, men-syiarkan Islam melalui syair-syair Seudati. Pada era penjajahan Belanda, Seudati menjadi bagian yang sangat penting, yaitu media penyemangat, melalui gerak dan syairnya membakar semangat juang para pemuda Aceh untuk melawan kaphe Belanda. Selain itu menjadi media yang paling tepat untuk menyampaikan pesan moral dan nilai pendidikan kepada generasi muda dengan cara yang halus dan menyenangkan. Ragam gerak dan pola lantai tarian ini didominasi gerak menepuk dada, memetik jari, melompat dengan harmonisasi yang sangat tiba-tiba; lambat, cepat dan berhenti secara tiba-tiba.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain