Text
HASIL PENELITIAN ORGANISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YME DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA IV
Telah menjadi ketetapan bahwa organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bukanlah merupakan suatu agama organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, adalah produk interaksi bebas dalam menghayati keterikatan hidup dengan Tuhan Yang Maha Esa melalui pemusatan kesadaran yang utuh. Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah merupakan bagian dari kebudayaan nasional yang hidup dan dihayatioleh sebagian bangsa Indonesia. Beberapa persepsi maupun pandangan mengenai berbagai kosnepsi tentang Tuhan, manusia, alam, tata cara penghayatan dan ajaran-ajaran budi luhur maupun pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari dari organisasi-organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa : 1. Dalam keberadaan organisasi-organisasi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diambil sebagai sasaran penelitian dikupas lebih jauh dan panjang lebar tentang riwayat ajaran/tuntunan yang diterima oleh para sesepuh/ketua organisasi/paguyuban dari Tuhan Yang Maha Esa. 2. Konsepsi tentang Tuhan dalam pandangannya bervariasi sesuai dengan ajaran /tuntunan yang dipercayai oleh setiap organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 3. Dari pengamatan dan analisa konsepsi tentang manusia menunjukkan pemahaman yang hampir mendekati kesamaan, yakni bahwasannya asal usul dan pencipta manusia, hanya karena atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, serta karena dzat Tuhan sendiri yang mengetahui. 4. Konsepsi tentang alam dan hahsil pengamatan di lapangan menunjukkan variasi di antara pandangan para penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yaitu bahwa asal-usul dan penciptaan alam berasal dan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Yang Maha Esa. 5. Ajaran budi luhur adalah suatu cara penghayatan untuk mencapai hati nurani yang luhur. 6. Tata cara penghayatan terdiri dari pelaksanaan penghayatan yang bermakna untuk keluhuran budi yang tercermin kepada perbuatan/perilaku yang baik, mempertinggi khasanah rohani melatih diri dalam melatih olah rasa, olah raga, dan olah batin untuk mendapatkan ajaran/tuntunan dan keselamatan lahir dan batin, mengingat asal mula terjadinya manusia karena kodrat atau dzat yang suci. 7. Pengamalan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan berwujud sangat bnayak seperti perilaku atau sikap menghagai pendapat yang baik setiap orang, dapat memberi pertolongan/gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Doa-doa dalam penghayatan diucapkan, ada yang menggunakan bahasa daerah dan ada pula yang sudah menggunakan bahasa Indonesia. Tentang bentuknya ada yang dalam bentuk syair-syair, esei, puji-pujian dan sebagainya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain