Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KULINER JAWA DALAM SERAT CENTHINI
Penanda Bagikan

Text

KULINER JAWA DALAM SERAT CENTHINI

SUMARNO - Nama Orang; WAHJUDI PANTJA SUNJATA - Nama Orang; TITI MUMFANGATI - Nama Orang;

Serta centhini mengandung berbagai aspek kehidupan masa lampau. Salah satunya adalah tentang kuliner tradisional Jawa yang telah ada sejak jaman dahulu. Kuliner tradisional yang terdapat dalam serat centhini dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain macam, lokasi dan penjamu. Sedangkan dilihat dari jenisnya dapat dikelompokkan menjadi makanan, nyamikan atau camilan dan minuman. Penceritaan kuliner Jawa dalam serat centhini meliputi daerah-daerah di Jawa mulai dari Bogor (Jawa Barat) hingga Banyuwangi (Jawa Timur). Macam-macam kuliner Jawa yang terdapat dalam serat centhini adalah aneka tumpeng, aneka sayur, aneka lauk pauk, aneka minuman, aneka buah-buahan dan aneka jajanan atau kue. Dilihat dari tempat atau lokasi kuliner, terdapat banyak tempat pengisahan, antara lain Bogor, Sokyasa, Majarata, Prambanan, Magelang, Banyumas, Banyubiru, Tembayat, Matesih, Megetan, Besuki, Banyuwangi, Jember dan Mojokerto. Dilihat dari waktu, kuliner dalam serat centhini disajikan pada waktu pagi, siang dan malam dengan situasi jamuan, pesta maupun upacara ritual. Dilihat dari fungsinya, kuliner dari serat centhini berfungsi sebagai sosial (jamuan), ekonomi ( dagangan yang dijual) dan ritual (perlengkapan upacara ritual). Berbagai macam kuliner yang terdapat dalam serat centhini sampai sekarang masih banyak yang bertahan namun juga sudah banyak yang berkurang atau sulit dijumpai. Beberapa makanan yang sampai sekarang berkembang dan menjadi identitas daerah antara lain gudheg (Yogyakarta), srabi (Solo/Surakarta), nasi liwet (Solo/Surakarta) dan Manco (Purbalingga).


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KUL - 641.3 (640-649) WAH K
Penerbit
Daerah Istimewa Yogyakarta : BPNB YOGYAKARTA., 2014
Deskripsi Fisik
xii + 158hlm; 17cm x 24cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
602-1222-19-9
Klasifikasi
KUL - 641.3 (640-649)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?