Text
RUMAH KEBANGSAAN DALEM JAYADIPURAN PERIODE 1900-2014
Dalem Jayadipuran sebagai salah satu dalem pangeran di wilayah keratin Yogyakarta ini ternyata sangat berbeda dengan dalem pangeran lain yang ada di Yogyakarta. Hal ini bisa dilihat dari bentuk bangunannya maupun peran dari dalem tersebut. Dalem Jayadipuran selain berperan untuk pengembangan budaya ternyata pemilik dalem ini juga menyediakan tempat untuk kegiatan yang berkaitan dengan gerakan kebangsaan. Dalam perkembangan politik yang semakin kondusif di Dalem Jayadipuran kaum pergerakan bangga berlabuh dalam suasana keindonesiaan. Setelah Sumpah Pemuda didengungkan pada bulan Oktober 1928 ini menghantarkan organisasi perempuan dalam suatu kongres perempuan Indonesia yang pertama bertempat di Dalem Jayadipuran Yogyakarta. Kongres ini bertujuan mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan wanita Indonesia dan mengadakan gabungan antar perkumpulan wanita. Gagasan keindonesiaan semakin nampak mewarnai Dalem Jayadipuran sekitar tahun 1930an. Pada tahun-tahun tersebut di Dalem Jayadipuran diselenggarakan peleburan-peleburan cabang organisasi pemuda dan kemudian diakhiri dengan Kongres Pemuda III yang mengarah pada persatuan untuk mencapai kemerdekaan. Selanjutnya pada masa pendudukan Jepang, dipakai untuk kegiatan pelatihan guru yang berupa indoktrinasi untuk kepentingan Jepang. Selain itu untuk kegiatan berbaris dan secara totaliter seluruh rakyat digalang dalam kekompakan melawan sekutu. Kemudian pada masa perang kemerdekaan kedua Dalem Jayadipuran dipakai tempat persembunyian gerilyawan TNI dalam rangka strategi perang gerilya. Setelah Indonesia merdeka dalam perkembangannya digunakan untuk kantor yang mengarah pada pembangunan bangsa. Selanjutnya dalam perkembangannya dipakai sebagai kantor BKSNT yang kemudian berubah namanya menjadi BPNB Yogyakarta Kemendikbud RI.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain