Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PARADJE SEBAGAI BUDAYA DAN RITUAL MELAYU SANGGAU
Penanda Bagikan

Text

PARADJE SEBAGAI BUDAYA DAN RITUAL MELAYU SANGGAU

H. M. NATSIR, HS - Nama Orang;

PARADJE’ SEBAGAI BUDAYA DAN RITUAL MELAYU SANGGAU
Paradje sudah sejak lama dilakukan oleh para leluhur kaum melayu di Sanggau, khususnya dalam lingkup Kecamatan Kapuas, Mukok, Jangkang, Bonti, Kembayan, Beduai dan Sekayam. Diperkirakan bahwa paradje’ inisudah ada dalam masyarakat Melayu Sanggau sekitar tahun 1800 masehi. Jika menilik pada butir-butir kegiatan dalam upacara paradje’, masih terdapat pengaruh animisme bercampur dengan pengaruh hindu yang melatar belakanginya yang kemudian dipadukan dengan ajaran Islam. Sebelum upacara ini dilaksanakan, terlebih dahulu oleh yang menjadi penghulu atau imam, dilakukan musyawarah lengkap dengan pemuka masyarakat dan semua wakil keluarga. Sebelum upacara paradje’ dilakukan, terlebih dahulu setiap keluarga harus membersihkan untukan belakang rumah atau belakang kampung, yang perlu dibakar harus dibakar, selokan atau tempat yang lembab harus dikeringkan tidak ada air yang tergenang, saluran air harus diperbaiki agar lancar dan bersih. Upacara ini dilakukan selama 3 (tiga) hari berturut-turut dan pada hari terakhir setelah usai mengelilingi kampung dan berakhir di halaman mesjid, maka dilakukan baca doa selamat dan tolak bala. Semuanya duduk bersila untuk kaum laki-laki dan duduk ipik atau bersimpuh untuk wanitanya. Selesai berdoa dilanjutkan dengan makan pelabur/makanan bubur Jawa. Setelah selesai menikmati hidangan, maka acara diakhiri dengan shalawat nabi sebanyak tiga kali. Dengan demikian selesailah upacara ritual paradje’ ini.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KBA - 390 (390-399) NAT P
Penerbit
Kalimantan Barat : DISBUDPAR KAB. SANGGAU., 2013
Deskripsi Fisik
33hlm ; 14cm x 21cm, ILUS.
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
KBA - 390 (390-399)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?