Text
INVENTARISASI PERLINDUNGAN KARYA BUDAYA PASOLA DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA PROVINSI NUSA TENGGARA
INVENTARISASI PERLINDUNGAN KARYA BUDAYA PASOLA DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Pasola merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sumba, khususnya Sumba Barat Daya, dalam rangka suatu pesta yang dilakukan setelah pasca panen. Pasola merupakan tradisi ungkapan suka cita atas hasil panen dengan cara menunggang kuda secara berkelompok, kejar mengejar seraya melempar lembing kayu ke arah lawan ketika mereka sedang berhadapan. Acara ini adalah bagian dari serangkaian upacara tradisional tahunan penganut Marapu dalam menyambut Tahun Baru Adat di Kabupaten Sumba Barat Daya. Sebelum terlaksananya Pasola, dua bulan sebelum Pasola merupakan bulan larangan dalam tradisi / upacara nyale. Dalam proses ini juga tampak yang paling utama perlu diketahui adalah munculnya nyale. Karena munculnya nyale di pantai merupakan pertanda dari mulainya Pasola. Nyale biasanya muncul pada hari ketujuh setelah bulan purnama. Masyarakat menanti bulan nyale, karena pada bulan ini suatu pertanda akan datang dengan munculnya nyale bahwa kesuburan alam akan tercipta. Banyaknya nyale yang muncul diyakini sebagai pertanda akan berhasilnya panen dan terwujudnya kemakmuran yang berlimpah. Dengan simbol nyale sebagai kesuburan maka mulailah terlaksananya pasola.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain