Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KAJIAN BENTUK RITUAL DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI DESA SIDETAPA
Penanda Bagikan

Text

KAJIAN BENTUK RITUAL DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI DESA SIDETAPA

I MADE PURNA - Nama Orang; I PUTU KAMASAN SANJAYA - Nama Orang; RAJ. RIANA DYAH PRAWITASARI - Nama Orang;

Desa Sidetapa yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng memiliki berbagai upacara yang relatif unik karena upacara-upacara yang hanya terdapat di desa ini dan upacara yang pelaksanaannya juga dalam waktu tertentu seperti upacara briyang agung. Upacara ini dilaksanakan dalam jangka waktu setiap 3 tahun sekali apabila tidak ada halangan, namun jika ada halangan bahkan lebih dari 5 tahun belum diadakan. Sesuai dengan nama upacara tersebut pada intinya upacara ini ditujukan untuk selalu memelihara keseimbangan alam semesta. Masyarakat Desa Sidetapa merupakan sebuah masyarakat yang bertipologi masyarakat Bali Aga (masyarakat pegunungan). Yang lebih menonjol dari kehidupan masyarakat Bali Aga adalah unsur kepercayaan dan ritual yang hidup dalam masyarakatnya. Ritual dan kepercayaannya sangat berbeda serta sangat unik jika disbanding dengan masyarakat Bali Dataran sekalipun sama-sama beragama Hindu. Pada intinya ritual briyang agung merupakan sebuah symbol solidaritas dan penyatuan masyarakat Desa Sidetapa serta sebagai sebuah symbol rasa syukur atas anugerah kehidupan yang telah diberikan oleh Ida Panembahan terhadap kemakmuran dan keselamatan yang diperoleh masyarakat Desa Sidetapa dalam kehidupan nyata. Upacara Briyang agung memiliki fungsi religious sebagai persembahan kehadapan Sang Hyang Widhi. Selain itu upacara juga berfungsi filosofis, sosial, pendidikan dan ekonomi. Upacara ini juga memiliki makna sebagai pengeruat (penyupatan), sebagai kesejahteraan, sebagai peleburan dosa, sebagai kurban suci.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
ASB - 390.296.7 (390-399) IMA K
Penerbit
Bali : BPNB BALI., 2014
Deskripsi Fisik
x + 86hlm; 14,5cm x 21cm; ILUS
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
602-258-240-3
Klasifikasi
ASB - 390.296.7 (390-399)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?