Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PONTIANAK MASA KOLONIAL
Penanda Bagikan

Text

PONTIANAK MASA KOLONIAL

HASANUDDIN - Nama Orang;

PONTIANAK MASA KOLONIAL
Perjalanan sejarah Pontianak merupakan pola hubungan yang kompleks, diawali dari perjalanan Syarif Abdurrahman Alqadrie sebagai peletak dasar berdirinya Kerajaan Pontianak. Munculnya kekuatan Inggris dalam menguasai belahan utara pulau Kalimantan yang pada saat itu masih dibawah kekuasaan Melayu, membuat VOC mulai aktif melakukan ekspansi di belahan Kalimantan lainnya. Kalimantan Barat menjadi perhatian khusus VOC di akhir abad ke-18, dan Pontianak mengakui supremasi VOC sejak disepakati kontrak 5 Juli 1779 dengan Sultan Pontianak. Berangkat dari kontrak ini VOC mendapatkan hak politik untuk mengatur dan membatasi kekuasaan Sultan, dan ekonomi untuk mendapatkan hak monopoli perdagangan. Sehubungan untuk mengatur kepentingan tersebut, VOC mendapat wilayah di sebelah selatan Keraton Kadriah dikenal dengan kawasan vierkanten paal untuk dijadikan pusat pemerintahan VOC dan embrio pembentukan koloni Belanda di Pontianak. Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Belanda memaksa Sultan Pontianak menandatangani kontrak tahun 1819, 1822, dan 1823 yang intinya sangat membatasi kekuasaan politik dan kepentingan ekonomi Sultan. Hal yang menarik dicatat adalah tentang timbulnya perlawanan kongsi-kongsi Cina tahun 1819 dan 1823 suatu reaksi keras atas ekspansi kekuasaan kolonial Belanda dalam usaha menguasai tambang emas dan produksi lada serta pemungutan pajak. Setelah dicermati, perubahan tata kehidupan sosial-politik dan ekonomi Pontianak, pada awal abad ke-20 tidak terlepas dari dinamika gerakan nasionalisme.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Barat : OMBAK., 2014
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
602-258-219-9
Klasifikasi
8.1 (900-9
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?