Text
INTERAKSI PENGHUNI ASRAMA MAHASISWA DENGAN MASYARAKAT SEKITAR SUATU PIJAKAN AWAL MULTIKULTURALISME K
INTERAKSI PENGHUNI ASRAMA MAHASISWA DENGAN MASYARAKAT SEKITAR SUATU PIJAKAN AWAL MULTIKULTURALISMEKASUS LIMA ASRAMA MAHASISWA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Yogyakarta sering disebut sebagai Indonesia mini karena sebagian besar sukubangsa yang ada di Indonesia ada juga di Yogyakarta. Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan didukung oleh sejarah pendidikan di Yogyakarta. Konsekuensinya di Yogyakarta banyak dijumpai pelajar/mahasiswa dari berbagai daerah dan etnik yang berbeda. Citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan menjadi salah satu alasan mereka datang. Asrama tidak saja sekedar untuk menampung mahasiswa untuk sekedar bertempat tinggal, akan tetapi juga sebagai anjungan budaya, tempat bersosialisasi perwakilan provinsi/kabupaten di Yogyakarta serta tempat informasi. Interaksi baik antara penghuni asrama satu dengan lainnya maupun dengan masyarakat sekitarnya terjadi pada kegiatan-kegiatan tertentu, seperti hal-hal yang berkenaan dengan identitas diri, pertemuan warga, kerja bakti, dan sebagainya. Jadi, interaksi asrama mahasiswa daerah bentuk interaksinya adalah cooperative (kerjasama). Jika konflik terjadi antara penghuni asrama yang satu dengan asrama lainnya, maka para pengurus asrama yang mendamaikan. Jika konflik terjadi antara penghuni asrama dan warga sekitarnya, maka tokoh masyarakat setempat (RT) dan pengurus asrama yang bersangkutan yang mendamaikannya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain