Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIANNYA
Penanda Bagikan

Text

KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIANNYA

SENO, DKK - Nama Orang;

KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIANNYA

Buku ini merupakan telaahan berkenaan dengan kearifan lokal, yang dikenal juga dengan sebutan local genius. Pada masing-masing lokalitas diidentifikasi kearifan lokal melalui berbagai pendekatan, seperti sosiologi, antropologi, dan sejarah. Dinamika praktek kearifan lokal yang dulu pernah dibanggakan dan rujukan sosial, kembali digali dan ditampilkan kepermukaan. Hasil penelitian Seno misalnya, menggambarkan dinamika dalam sistem pengetahuan masyarakat Enggano dalam memandang dan menyikapi lingkungan alam, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Di dalam bagian lain, Undri menemukan cara khas lokalitas masyarakat pedesaan Bengkulu dalam menjaga keharmonisan sosial dan tertib sosial. Kearifan dalam solidaritas sosial dan kemauan berbagi dalam kebersamaan diteliti oleh Hariadi. Ia menampilkan kearifan lokal berupa perpaduan dari cara-cara baik yang mengandung nilai-nilai islami dan tradisi yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat Bengkulu. Persoalan komodifikasi produk budaya dan sejarah dalam menunjang program pemerintah untuk mengembangkan pariwisata di Provinsi Bengkulu digambarkan oleh Ajisman. Dewasa ini penyelenggaraan tabot di Bengkulu mulai dari persiapan, alat-alat yang digunakan sampai pada pelaksanaan ritualnya telah menjadi komoditas pariwisata di Provinsi Bengkulu. Dengan demikian, terjadinya komodifikasi ritual tabot jelas bermaksud menjualnya kepada masyarakat sebagai konsumen oleh pihak penyelenggara tabot atau kelompok-kelompok (keluarga) tabot di Bengkulu. Kiranya hal inilah yang tergambar dalam karangan Silvia Devi ketiga menjelaskan pola pembagian kerja dalam tradisi tabot di Provinsi Bengkulu. Didalam bagian akhir, Efrianto menyoroti tentang keberlangsungan tradisi kaba (kabar) yang dikenal oleh masyarakat Mandahiling dengan tradisi bakobar.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Bengkulu : BPNB PADANG., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-8742-64-1
Klasifikasi
3.1(300-31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?