Text
SAUSAPOR SAKSI SEJARAH PERANG DUNIA II DI KABUPATEN TAMBRAUW PROVINSI PAPUA BARAT
Sausapor merupakan salah satu wilayah yang pernah diduduki oleh tentara Jepang dan Sekutu pada Perang Dunia II (Perang Pasifik). Dalam rangka melaksanakan strategi ”loncat katak”, MacArthur berpendapat bahwa Papua merupakan jalan pintas menuju Filipina dan Tokyo. Tentara sekutu berperang melawan tentara Jepang di Papua mulai dari Teluk Tanah Merah, Wakde Sarmi, Biak hingga berakhir di Sausapor pada 30 Juli 1944. Pada Perang Dunia II, tentara Sekutu membangun beberapa pangkalan tempat persinggahannya di Papua yaitu di Teluk Tanah Merah, Hollandia (Jayapura), Wakde Sarmi, Biak, dan Sausapor. Dengan demikian, pendaratan pasukan Sekutu di Papua dumulai dari Holandia, Sarmi, Biak, Numfor dan terakhir Sausapor (Sansapor atau Vogelkop). Lakzamana Morison dalam bukunya ”New Huinea and the Marianas”, 1953 mengatakan bahwa Jenderal MacArthur setelah tiba di Vogelkop (sausapor) ujung paling barat Irian, boleh peluk tangan, selanjutnya menonton dari jauh bagaimana pesaingnya Lakzamana Nimitz membawa bendera Amerika dan Sekutu Tokyo (Ojong, 2001:104). Pendapat Lakzamana Morison dengan jelas memperlihatkan bahwa Sausapor (Sansapor) merupakan lokaso penting dan strategis bagi MacArthur untuk merebut Tokyo lebih awal dari Lakzamana Nimitz.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain