Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of KEARIFAN LOKAL SISTEM MATA PENCAHARIAN HIDUP ORANG MREM DI DISTRIK KEMTUK GRESI KABUPATEN JAYAPURA P
Penanda Bagikan

Text

KEARIFAN LOKAL SISTEM MATA PENCAHARIAN HIDUP ORANG MREM DI DISTRIK KEMTUK GRESI KABUPATEN JAYAPURA P

ANDI THOMSON SAWAKI, S.Sos, DK - Nama Orang;

KEARIFAN LOKAL SISTEM MATA PENCAHARIAN HIDUP ORANG MREM DI DISTRIK KEMTUK GRESI KABUPATEN JAYAPURA PROPINSI PAPUA

Masyarakat Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura Propinsi Papua secara umum yang menempati wilayah Lembah Grime mempunyai mata pencaharian utama yang ditekuni sejak dahulu hingga kini adalah berkebun, berburu, meramu, menangkap ikan dan udang di sungai. Selain itu terdapat orang mrem yang melakukan kegiatan untuk memenuhi aktifitas mata pencaharian lain seperti berdagang, memelihara ternak, usaha kios, ojek dan usaha jaga tenaga kerja (di lahan kebun). Dalam aktifitas berkebun orang mrem, terdapat pantangan dalam proses penanaman bibit. Bila terjadi pelanggaran, dapat mengakibatkan tanaman akan menjadi kecil, lambat berbunga dan berbuah, buah jarang/sedikit, cepat layu dan mati, terkena hama. Sedangkan dalam aktifitas berburu setiap keret/marga di daerah Kemtuk mempunytai hubungan totem dengan berbagai jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan yang terdapat di wilayah Kemtuk, sehingga tidak semua orang dapat mengkonsumsi atau dan membunuh tanaman atau hewan yang menjadi totem mereka. Iklim menurut konsep orang Mrem terdiri atas 3 (tiga) macam perubahan cuaca/iklim, yaitu Somsah (musim hujan) yang sering terjadi pada Desember hingga Februari pada setiap tahunnya; Wuyaksah (musim hujan) yang sering ditandai oleh berbunganya pohon uyak. Hujan deras yang terjadi pada bulan Maret-April; Bebsah (musim hujan) yang terjadi pada saat matahari masuk ke ufuk barat, sehingga menyebabkan cuaca mendung, kabut dan hujan gerimis. Keadaan ini terjadi selama dua bulan yakni pada bulan Mei dan Juni.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: BPNB PAPUA., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-1228-11-1
Klasifikasi
3.1(300-31
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?