Text
POLA KEPEMIMPINAN TRADISIONAL ORANG BINTUNI DI KABUPATEN TELUK BINTUNI PAPUA BARAT
Orang Teluk Bintuni mengenal sistem kepemimpinan sejak nenek moyang mereka, yang dikatakan orang bintuni adalah orang yang terdiri dari 7 sub suku yang mendiami teluk tersebut antara lain : sub suku Wamesa, Sebyar, Kuri, Irarutu, Moskona, Sumuri dan Sough. Karena ada perkembangan pembangunan mereka membentuk satu lembaga adat yang tujuannya adalah menampung aspirasi dari masyarakat-masyarakat yang ada di kampung-kampung. Aspirasi tersebut antara lain bahwa dengan luasan pembangunan akan terpakai maka untuk menyuarakan hal tersebut mereka membentuk satu lembaga, dengan nama lembaga adat masyarakat Bintuni yang diketuai oleh Bapak Yoel Abraham Wekaburi. Lembaga ini mempunyai fungsi dalam melestarikan kebudayaan yang ada pada orang Bintuni di mana pada setiap tahunnya lembaga ini mengadakan festival teluk Bintuni di mana festival tersebut diadakan atau dipertontonkan kebudayaan asli dari ketujuh suku yang ada di Bintuni. Dengan adanya lembaga ini maka peran kepemimpinan adat yang dulunya di pegang oleh masing-masing suku beruba dipegang oleh lembaga adat ini karena orang-orang yang duduk dalam lembaga ini adalah orang yang berasal dari ketujuh suku.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain