Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of BUNGA RAMPAI SEJARAH SUMATERA BARAT
Penanda Bagikan

Text

BUNGA RAMPAI SEJARAH SUMATERA BARAT

AJISMAN, DKK - Nama Orang;

BUNGA RAMPAI SEJARAH SUMATERA BARAT

Bunga Rampai dengan tema Sumatera Barat dari Zaman Jepang Hingga Era Reformasi ini memuat beberapa judul, yaitu : 1) Dinamika Perkembangan INS Kayutanam 1926-1998 oleh Ajisman. Ajisman menjelaskan bahwa ruang Pendidik INS Kayutanam didirikan oleh Muhammad Syafe’i pada tanggal 31 Oktober 1926. Pada awal pembukaan murid-murid hanya duduk di tikar, tidak ada bangku atau meja belajar. Setahun kemudian, didalam kebun kopi didirikan Los dari bambu beratap rumbia, bangkunya dari papan berkaki bambu yang ditanamkan ke tanah. 2) Tenaga Romusha di nagari Durian Gadang Kabupaten Sijunjung pada Masa Pendudukan Jepang 1942-1945 oleh Zusneli Zubir. Karya tersebut menjelaskan bahwa pendudukan Jepang di Indonesia selama 3,5 tahun dikenal sebagai periode penjajahan yang luar biasa kejam, apabila dibandingkan dengan penjajahan Belanda yang berlangsung lebih lama. Kekejaman yang dilakukan Jepang itu sehubungan dengan kepentingannya untuk memenuhi kebutuhannya terhadap sumber daya alam dan manusia, dalam rangka mendukung kepentingan perang Asia-Pasifik antara Jepang dengan Sekutu. Salah satu bentuknya melalui kerja paksa atau lebih dikenal dengan romusha. 3) Sejarah Konflik Tanah Ulayat di Nagari Kapa Kecantikan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat 1981-2005 oleh Jumhari. Ia menjelaskan bahawa dalam konteks persoalan konflik tanah di Sumatera Barat, sengketa tanah ulayat menjadi salah satu persoalan utama konflik agraria yang sering terjadi di daerah ini. 4) Dinamika Orang Jawa di Nagari Sitiung 1974-2009 oleh Efrianto. Ia menjelaskan bahwa sebelum tahun 1977 Nagari Sitiung merupakan sebuah nagari yang dihuni oleh masyarakat asli. Luas lahan dan jumlah penduduk yang tidak sebanding menyebabkan banyaknya lahan yang belum tergarap. Kondisi tersebut mendorong pemerintah Kabupaten Sawahlunto Sijunjung menjadikan daerah ini sebagai kawasan penempatan transmigran.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Sumatera Barat : BPSNT PADANG PRESS., 2012
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-8742-54-2
Klasifikasi
9.1 (JP)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?