Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of BUNGA RAMPAI BUDAYA BENGKULU
Penanda Bagikan

Text

BUNGA RAMPAI BUDAYA BENGKULU

SARWIT SARWONO, DKK - Nama Orang;

BUNGA RAMPAI BUDAYA BENGKULU

Bunga Rampai ini memilih tema Budaya Masyarakat Bengkulu : Tradisi Berladang, Kepemimpinan dan Eksistensi Seni dengan menurunkan 4 (empat) buah judul, yaitu : 1) Tradisi Berladang Padi pada Masyarakat Serawai di Bengkulu : Kajian Berdasarkan Naskah Ka-Ga-Nga dan Teks-Teks Lisan oleh Sarwit Sarwono dan Ernatip. Karya tersebut mengupas dengan jelas tentang tradisi berladang padi pada masyarakat Serawai di Bengkulu berdasarkan naskah Ka Ga Nga. Tradisi berladang sudah dilakukan turun temurun oleh masyarakat Serawai dan sampai sekarang masih dilakoni turun temurun oleh salah satu etnik yang ada di Bengkulu. 2) Konsep Gedang Begele dalam Sistem Kepemimpinan Tradisional Sukubangsa Pekal di Desa Sibak Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko oleh Yondri. Memaparkan tentang sistem kepemimpinan tradisional suku bangsa Pekal yang tetap didasarkan pada nilai keagamaan, kemampuan supranatural dan kewenangan menurut konsep adat. 3) Eksistensi Seni Rejung pada Masyarakat Serawai di Kabupaten Bengkulu Selatan oleh Erric Syah.Karya tersebut mengupas tentang kesenian rejung di masyarakat Serawai di Kabupaten Bengkulu Selatan. Rejung merupakan bentuk sastra lisan berwujud pantun yang didalamnya terdapat kata-kata kiasan atau sindiran. 4) Budaya Orang Kaur oleh Rois Leonard Arios. Menjelaskan tentang persoalan budaya orang Kaur. Konsep Kaur sebagai sebuah suku bangsa belum dapat disimpulkan dengan pasti mengingat masih banyaknya simbol-simbol kebudayaan dengan suku bangsa lain seperti besemah dan Semende. 5) Toponimi : Sejarah Penamaam Tempat di Kabupaten Rejang Lebong oleh Jumhari. Ia menjelaskan bahwa toponomi dari nama tempat atau daerah mencerminkan tentang bagaimana sejarah sebuah identitas menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakatnya. Lebih lanjut judul ini menjelasakan tentang penamaan asal-usul suatu daerah, selain mencerminkan identitas suatu tempat, juga menjadi rujukan didalam memahami bagaimana bentuk kearifan lokal suatu masyarakat yang tidak hanya bermakna dalam konteks estetika kebahasaan, akan secara eksplisit memiliki makna yang mendalam.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Bengkulu : BPSNT PADANG PRESS., 2012
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-8742-50-4
Klasifikasi
9.1 (JP)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?