Text
BUNGA RAMPAI RONA-RONA SEJARAH DAN BUDAYA
BUNGA RAMPAI RONA-RONA SEJARAH DAN BUDAYA
Dalam buku Bunga Rampai kali ini diturunkan sebelas tulisan yang terdiri atas sembilan tulisan berhubungan dengan kebudayaan dan dua tulisan berkaitan dengan kesejarahan. Pada tulisan yang berhubungan dengan kebudayaan terdapat dua tulisan mengenai Provinsi Lampung, yaitu Mengenal Etnis Bali Di Lampung oleh Yuzar Purnama dan Rumah Informasi Budaya Lampung Timur: Sebuah Upaya Memperkenalkan Potensi Budaya Daerah oleh T. Dibyo Harsono. Dalam buku inipun terdapat tulisan yang cukup penting untuk mendapat perhatian yaitu tulisan berjudul Bentuk, Isi, Dan Fungsi Puisi Pupujian Dalam Bahasa Sunda oleh Aam Masduki. Dalam buku inipun terdapat tulisan Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya Kukuh Memegang Tradisi Leluhur oleh Yudi Putu Satriadi. Didalam buku ini juga terdapat tulisan yang berjudul Budaya Portugis Di Kampung Tugu Jakarta oleh Risa Nopianti. Hal ini tentunya semakin memperkaya khasanah kebudayaan Betawi yang terbentuk dari berbagai macam unsur budaya yang pernah tumbuh dan berkembang di wilayah Jakarta. Dengan semakin memperkaya khasanah kebudayaan Betawi, maka dalam buku ini menampilkan judul Makanan Khas Di Kampung Cireundeu Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi oleh Lasmiyati. Keberadaan makanan khas pada masyarakat khususnya pada saat ini kurang menarik perhatian. Kenyataan ini berdampak luas pada keberadaan makanan khas masyarakat yang mulai terkikis nilai-nilainya. Paparan tersebut, terangkum dalam tulisan berjudul Makanan Khas Masyarakat Di Kabupaten Cianjur oleh Enden Irma Rachmawaty. Kemudian dalam buku ini pun terdapat tulisan mengenai Potensi Wisata Di Kabupaten Ciamis. Judul selanjutnya yang terapat dalam buku ini yaitu Masyarakat Cina Benteng Di Kota Tangerang oleh Euis Thresnaway S. Pada bagian akhir buku ini terdapat dua tulisan mengenai sejarah. Pertama mengenai Peristiwa Cikampek Dalam Perjuangan Kemerekaan oleh Adeng. Pada tulisan kedua menerangkan bahwa dalam perjuangan mengisi kemerdekaan Indonesia, pemerintah daerah Jawa Barat berupaya menegakkan eksistensi dan jalannya roda pemerintahan.Salah satu upaya yang dilakukan dengan memindahkan pusat pemerintahan dari Bandung ke Tasikmalaya. Pemerintah daerah Jawa Barat dapat menjalankan roda pemerintahan dalam kurun waktu 1946-1948, dan mendapat dukungan penuh dari tokoh dan masyarakat Tasikmalaya. Maka judul yang terdapat dalam buku ini berjudul Tasikmalaya Pusat Pemerintahan Jawa Barat Pada Masa Perang Kemerdekaan 1946-1948 oleh Herry Wiryono.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain