Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of TEKTEKAN DI DESA KERAMBITAN TABANAN PROVINSI BALI
Penanda Bagikan

Text

TEKTEKAN DI DESA KERAMBITAN TABANAN PROVINSI BALI

I WAYAN RUPA, COK ISTRI SURYAWATI, HARTONO, I MADE DHARMA SUTEJA - Nama Orang;

Gamelan tektekan muncul ketika alat-alat gamelan yang terbuat dari bahan perunggu harus ditanam di dalam tanah karena dianggap tabu untuk ditabuh, akibat adanya wabah penyakit yang merajalela dengan ganas sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. Gamelan tektekan ini mula-mula sebuah tradisi yang hanya menggunakan kentongan dan didukung oleh alat-alat lain seperti: okokan, kendang, lempengan besi atau baja, jirigen atau kaleng miyak tanah. Tujuan tradisi ini adalah mengusir atau menghalau sarwa bhuta kala (segala mavan bhuta kala) yang dianggap sebagai sumber wabah penyakit. Pada kesenian tradisi, gamelan tektekan dibagi menjdi tiga jenis yakni tektekan rareangonan, tektekan undangan dan tektekan beranangan. Sejalan dengan perkembangan zaman, gamelan tektekan telah beralih fungsi menjadi seni pertunjukan wisata yang mengiringi drama tari Calonarang yang dikemas dengan singkat, padat dan menarik untuk ditonton oleh wisatawan. Gamelan tektekan lebih didominasi oleh instrumen kulkul dan didukung oleh beberapa instrumen lain, diantaranya kendang lanang, kendang wadon, ceng-ceng kecek, tawa-tawa, suling, kemong dan sebuah gong. Dilihat dari segi maknanya, gamelan tektekan yang telah menjadi seni pertunjukan wisata tetap berpedoman pada seni tradisi yaitu makna religius namun sifat religiusnya dikurangi dari aslinya. Makna religius pada gamelan tektekan selalu berkaitan dengan upacara bhuta yadnya, namun pada gamelan ini seni pertunjukan wisata komponennya lebih sedikit, yaitu hanya memakai banten pras kalangan, segehan agung dan pras gong. Gamelan tektekan Banjar Tengah Kerambitan dalam aktivitas berkesenian selalu dapat mengukuhkan nilai solidaritas bagi masyarakat pendukungnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibentuklah organisasi yang mengelola barungan Gamelan tektekan Banjar Tengan Kerambitan yang diberi nama Sekaa Taruna Patria. Nilai kebersamaan yang paling menonjol adalah kebersamaan sesama anggota sekaa secara lengkap tercermin pada tatanan teknik memainkan gamelan barungan tektekan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
RKE - 781.6 (780-789) IWA T
Penerbit
Bali : BPNB BALI., 2013
Deskripsi Fisik
x + 84 hlm; 13,5cm x19cm; ILUS
Bahasa
ISBN/ISSN
978-602-258-112-3
Klasifikasi
RKE - 781.6 (780-789)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?