Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of UPACARA DAUR HIDUP DI BANGKA
Penanda Bagikan

Text

UPACARA DAUR HIDUP DI BANGKA

DWI SETIATI, DKK - Nama Orang;

UPACARA DAUR HIDUP DI BANGKA

 

Tulisan yang terdapat dalam edisi ini memuat hasil penelitian sejarah dan budaya. Tulisan tersebut meliputi: 1) Pakaian Adat Daerah Bungo. Perbedaan pakaian adat khusus pimpinan adat dan pakaian adat biasa terlihat dari pemilihan bahan kain yang lebih bagus dan tebal dengan lacak atau deta yang khusus bukan peci biasa. Pemakaian songket tidak diluar melainkan di balik baju; 2) Pulau Singkep: Masa Penambangan Timah. Pulau Singkep dikenal sebagai pulau penghasil timah dengan reputasi penambangan selama hampir 2 abad (1812-1992). Namun sekitar tahun 1990-an Singkep mengalami masa kemunduran karena tutup PT.Timah dan sekian tahun lamanya Singkep berada pada masa transisi; 3) Upacara Daur Hidup di Bangka. Masyarakat melayu di Kota Pangkalpinang memandang penting penyelenggaraan yang berkaitan dengan daur hidup dalam perjalanan waktu dari masa ke masa yaitu tiga peristiwa penting yang berlangsung dalam kehidupan manusia yaitu, kelahiran, perkawinan dan kematian; 4) Nilai-Nilai yang Terkandung Dalam Hikayat Tumenggung Jaya Raja. Nilai-nilai yang terkandung adalah nilai kemanusiaan atau hak asasi manusia, Nilai keagamaan, nilai hubungan antara pimpinan dan bawahan; 5) Sistem Teknologi Masyarakat Melayu. Sistem teknologi yang dibahas disini berupa teknologi rumah tangga, teknologi mata pencaharian hidup, dan perkembangan teknologi tersebut pada saat ini; 6) Pulau Rupat dan Tokoh Sejarahnya Pada Masa Kerajaan Siak (Abad XVIII-XX). Pulau Ripat yang letaknya berhadapan dengan Dumai pada waktu itu sangat berperan penting untuk melindungi Kerajaan Siak dari serangan musuh, sehingga muncullah beberapa orang tokoh yaitu Datuk Bandar Jamal, Encik Ibrahim, Encik Khamis, Encik Abdullah Saleh, Encik Ali Akbar, Sultan Syarif Kasim II.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kepulauan Bangka Belitung : BPSNT TANJUNGPINANG., 2009
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
0853-2923
Klasifikasi
9.1 (JP)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?