Text
TRADISI BARZANJI PADA MASYARAKAT LOLOAN KABUPATEN JEMBRANA, BALI
TRADISI BARZANJI PADA MASYARAKAT LOLOAN KABUPATEN JEMBRANA, BALI
Tradisi pembacaan Al-Barzanji sangat berkaitan erat dengan kultur dan budaya masyarakat Loloan yang selalu mengikuti tuntunan dan panutan para tokohagama atau ulama, telah membentuk kepribadian para pengikutnya sehingga menjadi ciri perilaku masyarakat untuk saling menjalin ikatan sosial yang kuat. Penelusuran sejarah dan tradisi pembacaan Al Barzanji dari awal pengenalan hingga membentuk produk kebudayaan masyarakat muslim Loloansaat kini tidak terlepas dari peran dan kesediaan para raja-raja ketika pertama kalinya menerima kedatangan rombongan suku Wajo tahun 1653. Kitab Al Barzanji sangat diagungkan dan selalu dibaca berulang-ulang, menarik dan melekat akan selalu ada pada setiap kegiatan acara hajatan, misalnya perayaan Maulid Nabi SAW, acara perkawinan, kehamilan, kelahiran bayi, aqiqah anak bayi atau ungkapan syukur lainnya.pola pemertahanan tradisi barzanji pada masyarakat Loloan dan rujukan prosa/puisinya adalah pada masa kehamilan, masa kelahiran, masa akil balig, masa perkawinan, masa kematian. Tradisi Barzanji mampu bertahan di Loloan karena atas dasar kultural masyarakatnya. Barzanji dikategorikan kitab sastra, kitab budaya, karena kitab ini memiliki untaian mutiara keindahan. Mutiara keindahan ini sampai menyilaukan dunia. Media ritual berzanji adalah wahana representatif untuk saling mengaktualisasikan ikatan-ikatan sosial, sekalipun dibacakan pada saat mengiringi hajatan kecil namun dapat memberi makna pembelajaran kepada masyarakat tentang tradisi pembacaan Al-Barzanji.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain