Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of FUNGSI DAN MAKNA UPACARA NGUSABA GEDE LANANG KAPAT DI DESA ADAT TRUNYAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPAT
Penanda Bagikan

Text

FUNGSI DAN MAKNA UPACARA NGUSABA GEDE LANANG KAPAT DI DESA ADAT TRUNYAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPAT

I MADE SUMERTA, DKK - Nama Orang;

FUNGSI DAN MAKNA UPACARA NGUSABA GEDE LANANG KAPAT DI DESA ADAT TRUNYAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI

 

Munculnya upacara ngusaba gede lanang kapat merupakan suatu kotemplasi pemikiran yang bersifat sosio-religius, dilandasi atas hubungan harmonis antara tiga pilar kehidupan, yaitu tri hita karana (manusia, alam dan Tuhan), tri kona (kelahiran, hidup dan kematian), dan tri mandala (tingkat bawah, tengah dan utama). Konfigurasi dari ketiga landasan tersebut mengatur sistem sosial, struktur pemerintahan adat yang berpedoman pada sistem paruh masyarakat. Ritual Ngusaba Gede Kapat merupakan salah satu ritual unik yang dimiliki masyarakat Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Ritual ini menggunakan berbagai upacara (banten) yang dihaturkan sebelum sampai sesudah hari pelaksanaan. Upacara Ngusaba Gede Lanang Kapat sebagai sebuah pranata religi yang mengatur hubungan antara manusia dengan leluhur tertinggi masyarakat trunyan, yaitu Ratu Sakti Pancering Jagat da Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar dipercaya sebagai penguasa Trunyan. Dalam upacara Ngusaba ini masyarakat Trunyan menunjukkan pengabdian mereka, setelah krama (warga) desa masuk menjadi krama desa adat Trunyan melalui upacara mapekandal yang dilakukan di Bale Agung Pura Desa Pancering Jagat Trunyan. Fungsi upacara Ngusaba Gede Lanang Kapat antara lain: a) Pranata budaya pengungkapan asal-usul desa Trunyan dan warga Pasek Trunyan; b) Pranata kesenian wali yang mengungkapkan pertemuan Ratu Sakti Pancering Jagat dengan Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar; c) Pranata religi pengungkapan emosi keagamaan; d) Pranata memperkuat sistem nilai dan sentimen kebersamaan; e) Makna etimologis sebagai permohonan kepada dewa leluhur tertinggi Trunyan.

 

 

 


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Bali : BPNB BALI., 2013
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
602-258-124-9
Klasifikasi
4.3 (390-3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?