Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of DAYAK BIDAYUH & PGRS/PARAKU KEHIDUPAN DILEMATIS MASYARAKAT PERBATASAN INDONESIA - MALAYSIA (1963- 1970)
Penanda Bagikan

Text

DAYAK BIDAYUH & PGRS/PARAKU KEHIDUPAN DILEMATIS MASYARAKAT PERBATASAN INDONESIA - MALAYSIA (1963- 1970)

LISYAWATI NURCAHYANI - Nama Orang;

Kehadiran PGRS/PARAKU di perbatasan menambah kekuatan politik komunis menjadi semakin bertambah. Berbeda dengan strategi yang dilakukan oleh TNKU, pendekatan kelompok PGRS/PARAKU terhadap masyarakat di perbatasan menggunakan cara-cara persusif , dimana mereka tidak saling mengganggu tetapi justru memberikan bantuan kepada masyarakat berupa obat-obatan, menjahit pakaian, mendirikan rumah dan sebagainya sehingga yang tadinya masyarakat bersikap netral lama kelamaan terpengaruh. Pendekatan PGRS yang beranggotakan masyarakat Cina Kalbar berjalan dengan mulus sebab adanya kedekatan secara budaya, sosial dan kepercayaan yang tidak berbeda jauh antara masyarakat Dayak dengan Cina. Penghianatan PGRS terhadap sumpah adat yaitu dengan melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap kepala adat Dayak di sektor barat yang membuat kepercayaan masyarakat semakin memudar. Maka terjadilah pembunuhan oleh masyarakat Dayak terhadap masyarakat Cina secara membabi buta, sehingga hal ini mengakibatkan terjadinya perpindahan penduduk Cina dari pedalaman ke kota. Kesempatan ini yang dipakai TNI untuk semakin dekat dengan masyarakat Dayak Bidayuh khususnya. Tanpa bantuan dari masyarakat, TNI akan sulit menumpas PGRS karena yang menguasai medan adalah masyarakat. Peran aktif masyarakat dayak bidayuh tidak hanya berhenti disitu saja dalam menumpas PGRS/PARAKU, karena ia membantu ABRI sebagai penunjuk jalan, mata-mata, maupun sumber tenaga untuk mengangkut logistik dan tenaga keamanan kampung dan lingkungan.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
KBA - 959.8 (950-959) LIS D
Penerbit
Kalimantan Barat : BPNB PONTIANAK., 2011
Deskripsi Fisik
x + 104hlm; 15cm x 20,5cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-7942-63-9
Klasifikasi
KBA - 959.8 (950-959)
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • DAYAK BIDAYU & PGRS PARAKU KEHIDUPAN DILEMATIS MASYARAKAT PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA(1963-1970)
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?