Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of MENINGKATKAN HASIL UBI KAYU DENGAN CARA OKULASI
Penanda Bagikan

Text

MENINGKATKAN HASIL UBI KAYU DENGAN CARA OKULASI

DRS. BAHARUDIN FRANK - Nama Orang;

MENINGKATKAN HASIL UBI KAYU DENGAN CARA OKULASI

Ubi kayu sudah lama dikenal masyarakat. Di Jawa dan Madura tanaman ini menempati kedudukan ketiga setelah padi dan jagung. Ubi kayu atau singkong banyak terdapat didaerah-daerah beriklim panas dan sedang. Dapat tumbuh subur di tanah dataran rendah dan dataran tinggi maupun di tanah pegunungan. Ubi kayu dalam bahasa Latin disebut Manihot Utilissima. Di Indonesia dikenal bermacam-macam nama. Di Jawa Tengah disebut Kaspe atau Pohong, di Jawa Barat dikenal Huwi Dangdeur, Kasapen atau Sampeu, sedangkan di Kalimantan Barat dikenal Ketela Pohon, Bandung atau Manggam. Alat-alat yang diperlukan untuk membuat okulasi ubi kayu meliputi parang, pisau, gergaji, cangkul dan pungki. Sedangkan bahan yang diperlukan untuk membuat okulasi ubi kayu yaitu batang ubi kayu biasa yang cukup tua, batang ubi kayu karet yang bergaris tengah kurang lebih 2 cm, tali sebagai alat pengikat dan pupuk kandang. Sedangkan langkah-langkah dalam melakukan okulasi tanaman ubi kayu diantaranya batang ubi yang telah dipilih dipotong sekitar 25 cm; kulit mata tunas ketiga dari atas pada bibit stek dikupas dan disayat; kupas dan sayat mata tunas dari batang ubi kayu karet, tempelkan pada bibit stek yang telah dikupas dan disayat tadi kemudian diikat; bibit stek yang telah ditempel, diletakkan tegak pada tempat yang teduh dan lembab, tidak kena hujan atau air sampai mata tunasnya tumbuh; setelah tumbuh tunas, ikatan dapat dilepas dan tunas yang tumbuh bukan pada tempelan dibuang dan seterusnya.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kalimantan Barat : DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN., 1992
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
8.5(KU)
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?