Text
PANGGIL AKU SELAMAT SAJA
PANGGIL AKU SELAMAT SAJA
Konon menurut cerita Ibu tiriku, Mak Irah (istri pertama bapakku). Ketika ulun baru lahir, memberitahukan kepada Nek Cates (nenekku) yang waktu itu sedang mencucui di parit didepan rumahku. Sang nenek bertanya bagaimana keadaan ulun yang baru dilahirkan. Mak Irah menjawab bahwa dalam keadaan selamat saja. Nek Cetes lantas bilang, kalau begitu beri saja nama ”Selamat”. Itulah aku, ulun ini. Menurut ibuku Mak Semi ulun lahir Kamis diperkirakan 22 Juli 1933. Tahun 1940, ulun dimasukkan ke sekolah gang Norali, setelah kenaikan kelas 3 ulun pindah sekolah ke gang Radio. Setiap hari ulun kesekolah berjalan kaki dengan menyeberangi sungai Kapuas (5km), karena ulun tak pandai naik sepeda dan sepedanya tak ada. Setelah tahun 1947, ulun tamat, kemudian masuk OVVO untuk menjadi guru SR 3 tahun. Karena orang tua tak mampu membiayai sekolah lagi, tapi kalau masuk OVVO tidak membayar bahkan dapat tunjangan sebesar Rp 17.50 setiap bulannya. Yang kedua, kalau tamat dapat langsung diangkat jadi guru, pegawai. Ulun pernah mengajar 5 sekolah (termasuk ada yang dipimpinnya) di samping memberikan les ke rumah murid. Hal itu membuat ulun jarang bertemu anak, apalagi bercengkrama. Bayangkan berangkat pukul 07.00 dan pulang pukul 21.00. Kita pergi anak masih tidur dan pulang ke rumah anak sudah tidur lagi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain